S P A C E I K L A N

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan

Laka Pantura, Tiga Penumpang Madu Kismo Tewas

Written By Unknown on Kamis, 29 Januari 2015 | 13.15

REMBANG, SK - Tiga orang tewas dalam kecelakaan antara Bus Madu Kismo K 1605 FW dengan truk trailer B 9642 UYZ, Rabu malam (28/1/2015) di Jalur Pantura Lasem, Rembang.

Tiga korban tewas tersebut adalah; Didik Setiawan (22), Prayit (18), warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus dan Adi (18) Warga Desa Loram Kulon Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ketiganya adalah penumpang Bus Madu Kissmo.


Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kejadian bermula saat Bus Madu Kismo yang dikemudikan Gunawan Santoso (36) warga Desa Jape Ledok RT 02 RW 01 Kecamatan Pancur, Rembang, melaju dari arah barat dengan kecepaatan tinggi hendak menyalip menyalip colt diesel di depannya.

Pada saat yang sama, dari arah timur melaju truk trailer yang disopiri Aji Nugroho (36) warga Mangun Harjo, Madiun, Jawa Timur. Sopir Madu Kismo berusaha membanting setir ke kiri. Namun karena jarak yang terlalu dekat, bagian belakang bus masih menghantam kabin samping kanan truk.

Bus nahas tersebut mengangkut rombongaan pekerja bangunan asal Kudus yang akan boro ke Denpasar, Bali.

Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Rembang Inspektur Satu Muhammad Ismail mengaku telah melakukan olah TKP dan memeriksa intensif kedua sopir dan saksi saksi.

"Berdasar olah TKP dan keterangan saksi, sopir Bus Madu Kismo sudah ditetapkan menjadi tersangka," tegasnya, Kamis (29/1/2015). (Rom)

Tolak Permen, Nelayan Rembang Minta Susi Mundur

Written By Unknown on Rabu, 28 Januari 2015 | 15.05

Demo nelayan Rembang  berlangsung tertib
REMBANG,SK - Sedikitnya tiga ribu nelayan di Rembang menggelar aksi demo menolak beberapa kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang dianggap akan menyengsarakan mereka, Rabu (28/1/2015) pagi.

Salah satu tututan mereka adalah pembatalan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (Trawls) dan pukat tarik (Saint Nets). Mereka menganggap peraturan tersebut jelas akan mematikan nasib nelayan Rembang.

Nelayan di Rembang juga menuntut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mundur karena kebijakan yang dikeluarkan sangat merugikan kaum nelayan.

“Kami meminta Menteri Susi membatalkan Permen Nomor 2 Tahun 2015. Jika tidak, Menteri Susi harus turun dari jabatan,” kata Sumarlan corong. salah seorang koordinator aksi.

Dalam aksi itu, nelayan sempat memblokir Jalur Pantura Kota Rembang. Selanjutnya mereka longmarch menuju Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang.

Di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, massa terus berorasi< Mereka menyerahkan surat tuntutan kepada kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, Suparman untuk diteruskan kepada Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti. Bahkan para pendemo juga mendaulat Suparman untuk berorasi sebagai wujud dukungan atas apa yang dilakukan oleh nelayan Rembang.

"Kami berjanji, akan menyampaikan aspirasi nelayan Rembang kepada Ibu Menteri," tegasnya saat berorasi.


Usai meyerahkan surat tuntutan, massa bergerak menuju Gedung DPRD Rembang yang tepat berada di jalur Pantura. Mereka ditemui secara bergantian oleh Wakil Ketua DPRD Bisri Cholil Laquf, Ketua DPRD Majid Kamil, dan Pelaksana Tugas Bupati Abdul Hafidz.

“Kami akan menyampaikan langsung tuntutan nelayan ini ke Presiden. Silakan didampingi perwakilan nelayan agar kami tidak dikira hanya janji,” tegas Chafidz.

Meski sempat memblokir pantura, secara keseluruhan demo berjalan tertib. Kapolres Rembang AKBP M Kurniawan turun langsung untuk mengamankan jalannya aksi. Bahkan, ia membaur dengan massa dan berorasi agar nelayan tetap menjaga ketertiban dalam melaksanakan aksinya. (Rom)

Minta Perlindungan, PKL Madul Dewan

Written By Unknown on Selasa, 27 Januari 2015 | 15.05

PKL Alun-alun Rembang madul Komisi A DPRD Rembang
REMBANG, SK - Sekitar 30 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan alun-alun Rembang geruduk Gedung DPRD, Selasa (27/1/2015) pagi. Mereka madul ke Komisi A DPRD Rembang lantaran tidak diperbolehkan berjualan di lur selter yang telah di sediakan.

Sebagian PKL memang belum kebagian selter yang baru saja rampung dibangun pemerintah setempat. Akibatnya, mereka tetap berjualan di tempat semula meski dilarang. Selter yang ada belum mampu menampung jumlah PKL yang biasa mangkal di kawasan itu.

Perwakilan PKL, Slamet meminta DPRD dan Pemkab memberikan solusi bijak untuk para PKL yang belum kebagian selter agar tetap dapat mengais rejeki di kawasan alun-alun Rembang.

“Selter yang tersedia, belum mampu menampung semua pedagang yang selama ini berjualan di kawasan alun-alun. Kalau yang belum kebagian gak boleh jualan di luar selter, bagaimana kami dapat menghidupi keluarga," terangnya.

Para PKL menuntut agar tetap diperbolehkan berjualan sampai dengan pengerjaan selter yang baru selesai.

Menanggapi hal itu, DPRD Rembang menjamin para pedagang kaki lima yang belum tertampung di selter tetap bisa berjualan untuk sementara waktu di tempat semula.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Rembang Sukarmain mengatakan, jaminan itu sebaga wujud perlindungan kepada masyarakat. 

"Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk berembug bersama utamaanya Satpol PP dan Dinas Pekerjaan Umum, untu menyelesaikan maslah PKL yang belum kebagian selter," ungkapnya.

saat ini ada 50 pedagang kuliner dan 17 pedagang jasa mainan anak-anak yang mangkal di kawasan alun-alun Rembang. Mereka berharap penataan kawasan alun-alun Rembang tetap memberikan ruang bagi mereka untuk tetap dapat mengais rejeki di kawasan tersebut tanpa dibayangi kecemasan dirazia Satpol PP lantaran belum berjualan pada titik yang sudah ditentukan.(Rom)

Jenazah Susilo Utomo, Korban Air Asia Teridentifikasi

Written By Unknown on Sabtu, 24 Januari 2015 | 16.51


Rembang, SK - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Salah seorang dari korban teridentifikasi atas nama Susilo Utomo (46), warga asal Desa Sulang Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang yang sudah menetap di Surabaya.

"Ketiga jenazah dikenali identitasnya setelah terdapat kesamaan antara 'ante mortem' dan 'post mortem', sekarang sudah diserahkan ke keluarga masing-masing," ujar Ketua Tim DVI Kombes Pol Budiyono kepada wartawan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (23/1).

Susilo Utomo (47) atau yang biasa dipanggil UT. Ia bersama dengan isteri, Suriani Usin, dan putranya, Elbert Susilo (10) tercatat sebagai penumpang AirAsia yang mengalami musibah tersebut. Ia bersama anak dan istrinya berencana terbang ke Singapura untuk menjenguk salah satu anaknya yang sekolah di sana. Namun nasib berkata lain. Pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.

Di mata warga, Ut dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia juga dikenal sebagai sosok dermawan yang kerap membantu sesama.

Menurut Puji, teman dekat korban, Susilo Utomo merupakan sosok yang ramah dan njawani. Meski ia keturunan Tionghoa, sama sekali tak ada sekat dalam kesehariannya yang selalu berbaur dengan masyarakat.

"Dia sangat baerbaur meski dari keturunan. tak ada sekat dengan warga lainnya. Dia juga gemar membantu sesaama," tutur Puji, Sabtu (3/1/2015).
Saat muda, Susilo Utomo sangat hobi sepakbola. Dia juga dikenal masyarakat Sulang sebagai pesepakbola handal. Ban kapten yang selalu tersemat di lengannya menjadikan tim sepakbola Desa Sulang yang bernama Buana 82 moncer di Kabupaten Rembang.

Setelah berkeluarga, Susilo Utomo pindah ke Surabaya, Jawa Timur untuk menekuni sejumlah bisnis, salah satunya ekspedisi transportasi barang, JPL.

Meski sudah sukses di surabaya, namun ia tidak pernah lupa kampung halamannya. Hampir setiap ada kegiatan desa, Susilo Utomo selalu andil menjadi salah satu penyandang dana. Tak heran, Warga Desa Sulang turut berduka mendengar kabar ia turut dalam musibah pesawat AirAsia.

Di Sulang, rumah keluarga besar Susilo utomo berada di RT 03 RW 04 Desa Sulang. Memamng, semenjak pindah ke Surabaya, rumah kayu berpagar putih itu jarang ditempati alaias dibiarkan kosong.

Tetangga rumah Susilo Utomo, Aris Lembet Rudianto menceritakan, Ut masih sering pulang ke Sulang. Terakhir, ia sempat pulang ke rumahnya tiga  minggu sebelum kejadian nahas tersebut. Kepadanya, Ut sempat mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan rumahnya sebagai pusat bimbingan belajar (Bimbel) gratis untuk anak-anak di Desa Sulang dari pada dibiarkan suwung.

"Keinginan itu belum sempat terwujud hingga kabar ia turut dalam musibah Pesawat AirAsia," kenang aris.

Sebagai wujud turut berduka, tetangga korban yang tinggal di RT 03 RW 04 Desa Sulang berencana akan berombongan berangkat ke Surabaya pada hari Minggu (4/1/2015) mendatang.

Kenangan terakhir bersama warga Sulang, pada Agustus silam, Susilo Utomo beserta teman seangkatannya menggelar reuni klub Sepakbola Buana 82 dan menggelar pentas hiburan. Selain sebagai penyandang dana utama, Ut juga membagi-bagikan ratusan kaos kepada para pemuada sulang. (Rom)

Kapten Tim Buana 82 Sulang Jadi Korban AirAsia

Written By Unknown on Sabtu, 03 Januari 2015 | 07.42

Susilo Utomo saat reuni sepakbola Buana 82, Agustus silam
REMBANG, SK - Kecelakaan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 rute Surabaya - Singapura yang jatuh di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada Ahad (28/12/2014) pagi, menyisakan duka mendalam bagi Warga Desa Sulang Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Pasalnya, salah seorang korban pesawat nahas tersebut adalah warga asli Sulang yang selama ini dikenal dermawan.

Adalah Susilo Utomo (47) atau yang biasa dipanggil UT. Ia bersama dengan isteri, Suriani Usin, dan putranya, Elbert Susilo (10) tercatat sebagai penumpang AirAsia yang mengalami musibah tersebut. Ia bersama anak dan istrinya berencana terbang ke Singapura untuk menjenguk salah satu anaknya yang sekolah di sana. Namun nasib berkata lain. Pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.

Di mata warga, Ut dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia juga dikenal sebagai sosok dermawan yang kerap membantu sesama.

Menurut Puji, teman dekat korban, Susilo Utomo merupakan sosok yang ramah dan njawani. Meski ia keturunan Tionghoa, sama sekali tak ada sekat dalam kesehariannya yang selalu berbaur dengan masyarakat.

"Dia sangat baerbaur meski dari keturunan. tak ada sekat dengan warga lainnya. Dia juga gemar membantu sesaama," tutur Puji, Sabtu (3/1/2015).
Saat muda, Susilo Utomo sangat hobi sepakbola. Dia juga dikenal masyarakat Sulang sebagai pesepakbola handal. Ban kapten yang selalu tersemat di lengannya menjadikan tim sepakbola Desa Sulang yang bernama Buana 82 moncer di Kabupaten Rembang.

Setelah berkeluarga, Susilo Utomo pindah ke Surabaya, Jawa Timur untuk menekuni sejumlah bisnis, salah satunya ekspedisi transportasi barang, JPL.

Meski sudah sukses di surabaya, namun ia tidak pernah lupa kampung halamannya. Hampir setiap ada kegiatan desa, Susilo Utomo selalu andil menjadi salah satu penyandang dana. Tak heran, Warga Desa Sulang turut berduka mendengar kabar ia turut dalam musibah pesawat AirAsia.

Di Sulang, rumah keluarga besar Susilo utomo berada di RT 03 RW 04 Desa Sulang. Memamng, semenjak pindah ke Surabaya, rumah kayu berpagar putih itu jarang ditempati alaias dibiarkan kosong.

Tetangga rumah Susilo Utomo, Aris Lembet Rudianto menceritakan, Ut masih sering pulang ke Sulang. Terakhir, ia sempat pulang ke rumahnya tiga  minggu sebelum kejadian nahas tersebut. Kepadanya, Ut sempat mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan rumahnya sebagai pusat bimbingan belajar (Bimbel) gratis untuk anak-anak di Desa Sulang dari pada dibiarkan suwung.

"Keinginan itu belum sempat terwujud hingga kabar ia turut dalam musibah Pesawat AirAsia," kenang aris.

Sebagai wujud turut berduka, tetangga korban yang tinggal di RT 03 RW 04 Desa Sulang berencana akan berombongan berangkat ke Surabaya pada hari Minggu (4/1/2015) mendatang.

Kenangan terakhir bersama warga Sulang, pada Agustus silam, Susilo Utomo beserta teman seangkatannya menggelar reuni klub Sepakbola Buana 82 dan menggelar pentas hiburan. Selain sebagai penyandang dana utama, Ut juga membagi-bagikan ratusan kaos kepada para pemuada sulang. (Rom)

Rumah Ini Diobok-obok Maling Saat Penghuninya Kerja

Written By Unknown on Jumat, 21 November 2014 | 06.00

Subondo memperlihatkaan slot pintu yang rusak pada petugas Polsek Sulang
SULANG, SK - Rumah Subondo Jati, warga Dukuh Tegalsari RT 4 RW 5, Desa Sulang, Kecamatan sulang diobok-obok maling pada Kamis (20/11/2014) pagi. Aksi pencurian diperkirakan terjadi pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB, saat rumah sedang dalam keadaan kosong ditinggal kerja.

Dalam peristiwa itu, pelaku berhasil menggasak sejumlah perhiasan berupa  dua buah cincin seberat tujuh gram, gelang seberat lima gram dan uang tunai sebesar lima juta rupiah yang disimpan dalam lemari pakaian.

Total kerugian ditaksir mencapai 15 juta rupiah.

Puji Hariani, istri Subondo Jati menuturkan, kali pertama ia mengetahui rumahnya disatroni maling sekitar jam 10 pagi ketika ia pulang usai mengantarkan cucunya yang sekolah di PAUD desa setempat.

Begitu sampai rumah, ia kaget melihat pintu depan yang semula dalam keadaan terkunci didapatinya slot kunci sudah berantakan.

"Awalnya tak menaruh curiga, karena pintu masih tertutup. saat hendak memasukkan anak kunci, ternyata  slot kunci sudah terbuka dan terdapat bekas congkelan," terangnya.

Kapolsek sulang, AKP Muhammad mansur melalui kanit Reskrim Polsek sulang, Aipda Wahyudi, mengaku tengah mendalami kasus tersebut. Berdasarkan olah TKP, diperkirakan pelaku lebih dari seorang dan pelaku sebelumnya sudah mengetahui kondisi lingkungan sekitar.

"Maling masuk dari pintu depan setelah sebelumnya merusak slot gembok yang menempel di kusen pintu. Kami tengah mendalami kasus ini untuk mengungkap pelaku," terang Wahyudi  di TKP.(Rom)



Warga Pro Semen Geruduk Kantor Pemkab

Written By Unknown on Rabu, 19 November 2014 | 17.30

Warga pro semen melakukan demo di Kantor Bupati Rembang (19/11/2014)
REMBANG, SK - Ratusan warga dari tujuh desa sekitar lokasi pabrik semen di Kecamatan Gunem menggelar aksi demo mendukung pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang pada Rabu (19/11/2014) pagi. Mereka melakukan orasi di depan gerbang Kantor Bupati Rembang.

Koordinator aksi, Suharti dalam orasinya menyatakan 10 alasan yang melatarbelakangi mayoritas warga di Kecamatan Gunem mendukung pendirian pabrik semen oleh PT Semen Indonesia.

"Kami yakin, dengan adanya pabrik semen dampak positifnya akan jauh lebih banyak dibanding dampak negatif. Warga telah merasakan manfaat dari program tanggung jawab sosial perusahaan seperti pelatihan keterampilan, pembangunan fasilitas umum, dan lapangan pekerjaan. Kami percaya pembangunan pabrik semen akan memberi kontribusi besar dan efek multi dalam perekonomian warga," tegasnya.

Suharti menyebut beberapa contoh nyata yang sudah dirasakan warga adalah adanya kesepakatan pemanfaatan lahan oleh petani setempat baik sebelum ditambang maupun pasca tambang setelah direklamasi.

“Petani diberdayakan dengan pemberian bantuan bibit. Selain itu, mayoritas lahan yang ditambang merupakan lahan batu kapur yang tandus. Apalagi, pabrik semen yang hendak berdiri adalah milik negara yang sudah pasti akan peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar," tambahnya.

Suharti menceritaakan, sebelum Semen Indonesia masuk, sudah berpuluh tahun lamanya penambangan terjadi di wilayah Kecamatan Gunem.


Setelah berorasi, perwakilan warga kemudian meminta waktu untuk bertemu Plt Bupati Rembang, Abdul hafidz untuk menyerahkan segebok ornamen dan dokumen berisi dukungan.

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyaarakat (LSM) lokal juga turut dalam aksi tersebut. Diantaranyada; LSM Balas, Aliansi Tajam, LSM Komras, LSM Hitam Putih, LSM Semut Abang, dan LSM LP3.

Tampak pula Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang Bambang Wahyu Widodo dalam barisan pro semen.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pihaknya sebatas melakukan kewenangan dan kewajiban dalam hal melayani investasi yang masuk di daerah ini.

“Pro atau kontra yang saat ini ada silakan, asalkan dapat saling menghormati. Saya minta semua pihak bersabar menunggu proses di PTUN. Hormati yang pro maupun yang kontra agar tidak terjadi benturan fisik,” kata Hafidz.

Hafidz menambahkan, sebelumnya pihak yang kontra juga menemuinya. Hafidz mengaku menjawab dengan jawaban yang sama, bahwa Pemkab hanya menjalankan kewenangan dan melakukan kewajiban.

Sebelumnya, massa yang kontra dengan pembangunan pabrik semen yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Utara juga menggelar aksi penolakan di gerbang Kantor Bupati Rembang pada Kamais (6/11/2014). Mereka menuntut Plt Bupati Rembang untuk melaksanakan rekomendasi Komnas HAM untuk menghentikan sementara aktivitas pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia saambil menunggu keputusan pengadilan PTUN Semarang terkait gugatan atas Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan oleh PT Semen Gresik (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang.

Hingga saat ini, proses hukum masih berlanjut di PTUN Semarang. (Rom)

Wartawan Rembang Lolos Semi Final Futsal Bupati Tuban Cup 2014

Written By Unknown on Minggu, 16 November 2014 | 08.24

Tuban, SK - Tim Futsal Forum Wartawan Rembang (FWR) berhasil lolos semifinal pada Bupati Tuban Cup 2014. Tim berjuluk Loyo Nglokro yang berada di Grup A lolos ke semifinal setelah berhasil meraih dua kemenangan pada babak penyisihan yang berlangsung di Gajah Futsal Tuban, Sabtu (15/11).

Dua kemenangan tim wartawan Rembang dipetik saat melawan tim tuan rumah Tuban dengan skor 4-0 dan saat bertanding melawan tim futsal wartawan Lamongan dengan skor 3-2. Sedangkan saat berhadapan dengan Surabaya, FWR Rembang kalah dengan Skor 2-4.

Pada laga semifinal yang akan digelar Sabtu (22/11/2014) pekan depan, Rembang bakal menghadapi juara Grup B, tim wartawan Blora. Tim wartawan Blora lolos ke semifinal setelah berhasil menyapu bersih semua pertandingan yakni unggul dengan Jombang dengan skor 6-1, menang atas Bojonegoro 4-1, dan menekuk Gresik dengan skor 3-0 .

manajer Tim Loyo Nglokro, Ali Mahmudi, optimis, timnya akan mampu tampil optimal saat laga semi final. "Kuncinya kita main kompak. Dengan kebersamaan, juara merupakan sebuah keniscaayaan mengingat tim kami memiliki pengalaman pernah juara dalam Press Futsal Tournamen di Kudus tahun lalu," terangnya. (Rom)

Warga Tanjung Temukan Tapak Raksasa

Written By Unknown on Kamis, 13 November 2014 | 17.00

SULANG, SK - Warga Desa Tanjung Kecamatan Sulang, Rabu (12/11) petang, digegerkan dengan penemuan bekas telapak kaki raksasa di pinggir sungai desa setempat. Penemuan tersebut terang saja membuat warga berbondong-bondong ke lokasi penemuan.

Kepala Desa Tanjung Ahmad Erfin Rianto, mengatakan awalnya dirinya tak percaya adanya laporan penemuan bekas telapak kaki raksasa dari warganya. Namun, karena warganya semakin heboh membicarakan penemuan itu, dirinya langsung ke lokasi penemuan.

“Setelah saya ke lokasi ternyata memang ada semacam bekas telapak kaki raksasa. Saya pun langsung konsultasi dengan  salah satu tokoh spiritual. Setelah diterawang, ternyata itu memang bukan telapak kaki manusia melainkan telapak kaki mahluk halus,“ ungkapnya.

Kapolsek Sulang AKP Muhamad Mansur yang mendapatkan informasi itu langsung mengecek ke lokasi. Pihaknya mengaku langsung melakukan pengukuran telapak kaki tersebut.

Dia menyebutkan panjang bekas telapak mencapai 45 centimeter dan lebar 26 centimeter. Ia menyimpulkan telapak kaki tersebut bukan telapak kaki manusia jika dilihat dari ukurannya.

“Kami mengimbau kepada warga agar tidak resah atas penemuan ini,” kata AKP Muhammad Mansur.

Hingga berita ini diturunkan, masih cukup banyak warga yang penasaran. Bahkan, sejumlah warga dari luar desa juga berduyun-duyun guna memastikan kabar yang berhembus kencang tersebut. (Rom)

Alfamart Salurkan Bantuan Air Bersih

Written By Unknown on Rabu, 12 November 2014 | 07.21

Warga Sulang Terima Bantuan Air Bersih
SULANG - Sebagian warga di Desa Sulang masih kesulitan mendapatkan air bersih, meski hujan telah turun dalam tiga hari terakhir. Untuk membantu meringankan warga, pemerintah desa setempat terus mengupayakan bantuan droping air bersih ke sejumlah titik rawan.

Kepala Desa Sulang, Moch Burhanuddin, mengatakan, selain meminta bantuan kepada Pemkab Rembang pihaknya juga meminta bantuan kepada pihak swasta untuk turut serta menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

"Di beberapa titik, warga masih kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan dari Pemkab Rembang masih belum memadai dibanding kebutuhan warga. Alhamdulillah, Alfamart yang juga beroperasi di wilayah Sulang turut peduli dengan memberikan bantuan air bersih. Tentu ini sangat membantu warga," terangnya saat mendampingi pendistribusian air bersih, Selasa (11/11/2014) pagi.

PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, yang merupakan perusahaan retail minimarket berlisensi merek dagang Alfamart menyalurkan bantuan 20 tangki air bersih ke beberapa wilayah di Desa Sulang.

Bantuan air bersih secara simbolis diserahkan manajemen  Alfamart yang diwakili Kepala Branch Manager Alfamart Cabang Rembang Putut Dessy Susilo kepada Kepala Desa Sulang, Moch Burhanuddin. Selanjutnya, bantuan didistribusikan secara bertahap ke sejumlah wilayah diantaranya, Dukuh Sulang Utara, Gaplokan, Tegalsari, Tegalgede, Sulang Barat dan Sulang Tengah.

Putut mengatakan, kekeringan yang menimpa warga di beberapa titik di Desa Sulang, menjadi perhatian Alfamart untuk ikut andil membantu mereka dengan menyalurkan air bersih.

"Bantuan air bersih ini sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Sumber dananya berasal dari program CSR perusahaan. Semoga bantuan inibisa membantu meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih" tegasnya," tegas Putut.


Viar Pengangkut Pelajar Disenggol, Satu Tewas

Written By Unknown on Senin, 10 November 2014 | 20.05

Ilustrasi
SARANG,SK - Seorang tewas, dan 10 orang terluka akibat kecelakaan yang melibatkan  motor niaga (sepeda motor roda tiga) jenis Viar dengan dump truk di jalan antar kecamatan yang menghubungkan Desa Lodan Wetan dengan Desa Bonjor Kecamatan Sarang, Senin (10/11) pagi sekitar pukul 06.45 WIB.

Korban tewas bernama Istiqomah (13), Warga Desa Bonjor RT 3 RW 1 Kecamatan Sarang yang juga pelajar MTs Miftahul Huda Sarang. Tiga korban lainnya mengalami luka serius yakni: Siti Aminah (15), Lutfiatul Amalia (14) dan Siti Ulfatul Nikmah (13). Semuanya siswi MTs Mifathul Huda juga asal Desa Bonjor Kecamatan Sarang. Sedangkan enam penumpang lainnya termasuk pengemudi Viar, hanya mengalami luka ringan.


Berdasar informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Viar yang mengangkut siswa MTs Miftahul Huda saat berangkat sekolah, yang dikemudikan Muhdin, melaju dari arah timur (Sarang) menuju barat (Sedan) usai menjemput siswi dari Desa Bonjor.

Dari arah yang sama melaju sebuah dump truk dengan Nomor Polisi S 9645 UF yang dikemudikan Budi (42), Warga Dusun Bogor RT 2 RW 13 Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.

Ketika sampai di lokasi kejadian, truk berusaha mendahului Viar yang melaju didepannya. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul sepeda motor yang tidak diketahui plat nomornya.

Sopit truk dum diduga kaget dan langsung menghindar ke kiri agar tidak terjadi tabrakan. Namun nahas, saat menghindar dump truk tersebut malah "menyenggol" bagian belakang Viar yang mengangkut sebelas siswi asal MTs Miftahul Huda.

"Setelah dihantam dari belakang, roda tiga langsung terbalik bersama sebelas penumpangnya," ujar Suyono, salah seorang Warga sekitar lokasi, Senin (10/11/2014).


Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengaku telah menggelar olah tempat kejadian perkara dan memeriksa keterangan sejumlah saksi.

"Kita sudah lakukan olah TKP dan saat ini masih meminta keterangan dari sejumlah saksi," terangnya. (Rom)

Penjual Es Cincau Meninggal Saat Berjualan

Written By Unknown on Minggu, 09 November 2014 | 06.00

Ilustrasi
SUMBER, SK - Penjual es cincau di Pasar Krikilan, Kecamatan sumber mati mendadak saat berjualan pada pada Sabtu (8/11) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Dia adalah Entis Sutisna (35), warga Dusun Sorok RT 5 RW 6 Desa Darmacaang Kecamatan Cikoning Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang sehari-hari berjualan es cincau di Pasar Krikilan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada tanda-tanda aneh sebelum kejadian. Entis yang setiap pagi berjualan di Pasar Krikilan, tampak melakukan aktifitas seperti biasanya.

Namun, entah kenapa, belum lama ia membuka dagangannya tiba-tiba ia terjatuh dari tempat duduk dekat gerobak es cincaunya. Ia meninggal dunia di tempat kejadian.

Warga yang melihat kejadian itu semula berniat menolong namun karena takut wargapun langsung melaporkan kepada kepala Desa dan Polsek  Sumber.


Kapolsek Sumber AKP Bibit Agung Santoso mengatakan, berdasarkan hasil oleh TKP dan pemeriksaan dokter, penyebab dari meninggalnya korban diduga karena serangan jantung.

"Di tubuh almarhum tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Menurut keterangan dari keluarganya, almarhum memiliki riwayat penyakit sesak nafas," terangnya. (Rom)

Hujan Angin, Kandang Ayam Kocar-Kacir

Written By Unknown on Sabtu, 08 November 2014 | 19.30

KALIORI, SK - Hujan disertai angin kencang yang terjadi di Kecamatan Kaliori pada Jumat (7/11) malam, merobohkan satu bangunan kandang berisi sekitar lima ribu ekor ayam di Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori. Akibatnya, sekitar seribu ekor ayam mati tertimpa material kandang.

Pemilik kandang, Zaenudin, menuturkan, hujan turun dengan disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. "Tak lama berselang tiba-tiba terdengar suara keras. Setelah saya cari tahu, rupanya kandang ayam ambruk," terangnya.

Ia menceritakan, kandang ayamnya yang seluas 10×50 meter dengan bahan utama kayu dan bambu memang sudah terbilang lapuk lantaran sudah hampir 13 tahun.

"Mungkin usianya yang sudah tua, begitu ada angin kencang langsung ambruk. Untuk bangunan dan peralatan ternaknya saja, kerugian mencapai dua ratus juta rupiah. Itu belum termasuk ayam yang mati," tambahnya.

Zaenudin mengaku, kandangnya yang roboh menampung lima ribu ekor ayam." Alhamdulillah, hanya seribu ekor yang mati. Kerugian dari ayam dan pakan yang kocar-kacir, mencapai seratus juta rupiah,” tambahnya. (Rom)

Drama Penyanderaan Kapal Berakhir Dengan Uang Tebusan Rp750 Juta

REMBANG, SK - Drama penyanderaan 15 kapal nelayan Rembang beserta 370 ABK oleh kelompok nelayan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berakhir dengan uang tebusan sebesar Rp750 juta pada Jumat (7/11/2014) siang.

Tim negosiator dari Rembang yang berjumlah 25 orang terdiri dari pemilik kapal, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), syahbandar, staf Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung, perwakilan Polair, dan Posal Rembang terpaksa "tunduk" dengan tuntutan kelompok nelayan Masalembu lantaran nogosiasi berjalan alot bahkan nyaris buntu.

“Awalnya minta Rp150 juta per kapal. Setelah negosiasi lantas disepakati menjadi Rp50 juta per kapal," terang salah seorang ABK KM Rizal Sejati, yang namanya enggan disebutkan.

Negosiasi dilakukan pada Kamis (6/11/2014) petang di rumah salah sseorang tokoh nelayan setempat. Proses negosiasi cukup alot sehingga tim negosiator nelayan Rembang terpaksa mengamini tuntutan mereka. Hal itu dilakukan semata-mata agar 15 kapal yang disandera berikut 370 ABK segera dibebaskan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saat itu juga dilakukan pembayaran secara tunai, namun belum sepenuhnya. Kekurangannya, baru dibayarkan pada keesokan harinya. Baru setelah lunas semua pembayaran, mereka melepas semua kapal yang disandera," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, 15 kapal motor mini purseseine milik nelayan asal Kabupaten Rembang disandera kelompok nelayan Masalembu di wilayah Perairan Masalembu Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur sejak Sabtu (1/11/2014) dini hari.

Pemicunya, kelompok nelayan Masalembu menganggap nelayan Rembang telah melanggar zona larangan tangkapan di kawasan perairan nelayan tradisional setempat yang mengakibatkan rusaknya rumpon yang telah dibuat. (Rom)

15 Kapal Nelayan Rembang Masih Disandera, Menteri Susi Diharapkan Turun Tangan

Written By Unknown on Kamis, 06 November 2014 | 06.00

Ilustrasi
REMBANG, SK - 15 kapal motor mini purseseine milik nelayan asal Kabupaten Rembang yang disandera kelompok nelayan Masalembu di wilayah Perairan Masalembu Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur sejak Sabtu (1/11/2014) dini hari hingga saat ini belum juga dibebaskan.

Pemicunya, kelompok nelayan Masalembu menganggap nelayan Rembang telah melanggar zona larangan tangkapan di kawasan perairan nelayan tradisional setempat. Akibat kasus penyanderaan tersebut, nasib sekitar 370 awak dari 15 kapal itu tidak jelas.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang, Nur Wakhid ketika dikonfirmasi membenarkan kabar penyanderaan tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, kapal-kapal nelayan Rembang yang disandera, dianggap melanggar zona larangan melaut.

"Menurut mereka, zona larangan operasi kapal mini purseseine berjaring mini trawl adalah di bawah 30 mil dari pantai. Padahal sesuai aturan dari Kementerian Kelautan tahun 2011, zona larangan itu di bawah 12 mil," terangnya.

Informasi terakhir, saat disandera, kapal-kapal Rembang berada di 17 mil dari pantai.


Dari 15 kapal yang disandera, 12 di antaranya milik nelayan asal Kecamatan Sarang. Sedangkan tiga lainnya milik nelayan Kecamatan Kragan. 15 kapal itu berbobot mati rata-rata 30 gross ton dengan alat tangkap jenis pukat hela atau trawl.

Adapun 12 kapal dari wilayah Kecamatan Sarang yang ditangkap karena dianggap melanggar zona melaut, masing-masing KM Jaya Indah, KM Rizal Sejati, KM Sido Lancar, KM Ronggo Warsito, KM Loh Jinawe, KM Sumber Laut, KM JP, KM Putra Sukses, KM Barokah, KM Manggala Baru, KM Eka Baru dan KM Sri Pahala.

Sedangkan tiga kapal dari wilayah Kecamatan Kragan yakni KM Sri Bunga, KM Shofiratul Khoir, dan KM Shofiratul Rohmah.

Nurwakhid juga menambahkan, selain menyandera kapal berikut 370 ABK, mereka juga menyita pas kapal.

Terkait kasus penyanderaan ini, pengurus KUD Misoyo Mardi Mino Sarang yang juga pemilik KM Ronggo Warsito dan Loh Jinawe yang ikut disandera nekad meminta bantuan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melalui pesan singkat atau sms ke 0811211365 milik sang menteri.

Berikut petikan SMS yang dikirimkan samian. “Bu Susi yang baik, tolong nelayan Sarang Rembang Jateng dibantu atas kronologi penyanderaan di Madura, Masalembu dengan jumlah ABK 370 orang. Terimakasih,” demikian bunyi SMS Sami’an kepada Menteri Kelautan dan Perikanan. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan dari sang menteri.

Nelayan di Kabupaten Rembang berharap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turun tangan mengatasi kasus penangkapan dan penyanderaan 15 kapal Rembang oleh kelompok nelayan di Masalembu Kabupaten Sumenep Jawa Timur, agar keluarga ABK mendapat kejelasan nasib anggota keluarganya.

Berdasar informasi yang berhasil dihimpun, kasus penyanderaan beberapa kali pernah dilakukan oleh kelompok nelayan setempat kepada nelayan luar daerah dengan dalih melanggar zona tangkapan. "Ujung-ujungnya adalah mereka minta uang tebusan yang jumlahnya sangat besar yakni sekitar Rp50 juta hingga Rp70 juta perkapal," imbuh Wakhid.

Hingga Rabu malam, 15 kapal beserta 370 ABK masih menunggu tim mediator dari Rembang yang tengah meluncur ke Masalembu. Sementara itu, tim mediator Rembang yang terdiri dari pemilik kapal, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Polair, TNI Angkatan Laut, Syahbandar, serta Dinas Perikanan dan Kelautan telah meluncur ke Masalembu pada Selasa (4/11/2014) malam. Mereka akan melakukan negoisasi dengan kelompok nelayan masalembu untuk membebaskaan kapal beserta ABK yang disandera. (Rom)

Dikasih Minuman Suplemen, Perempuan Ini Menjadi Korban Perampokan

Written By Unknown on Rabu, 05 November 2014 | 17.00

Sumiati, korban perampokan
PANCUR, SK - Identitas perempuan paruh baya yang ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri di kawasan Bong Cino (tempat pemakaman-red) di Jalan Lasem-Jatirogo, Desa Pohlandak Kecamatan Pancur pada Selasa (4/11/2014) sekitar pukul 06.00 WIB lalu, akhirnya terungkap.

Perempuan paruh baya yang diduga korban perampokan tersebut  bernama  Sumiati (50) Warga RT 07 RW 01 Desa Carikan Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Saat ini, ia masih dirawat di Puskesmas Lasem.

Kepastian itu didapat setelah korban siuman dan mengungkapkan jatidirinya kepada petugas.

Kapolsek Pancur, AKP Suwardi mengatakan Sumiati merupakan korban perampokan. Kronologinya bermula saat korban hendak pergi ke Lamongan untuk bekerja. Ia berangkat dari Temanggung menuju Terminal Terboyo Semarang pada Senin (3/11/2014) sore.

"Tiba-tiba ia dihampiri mobil jenis Toyota Avanza warna putih metalik dengan nomor polisi yang tidak dikenalnya," terangnya.

Selanjutnya, tambah Suwardi, korban lantas ditawari untuk menumpang saja.

"Karena mereka yang di Avanza mengaku hendak menuju ke Surabaya, akhirnya Sumiyati pun turut serta. Dalam perjalanan, korban dikasih minuman suplemen untuk meredakan capai. Rupanya, minuman diduga sudah dicampur dengan obat tidur berdosis tinggi sehingga tak lama kemudian korban tertidur lelap," tambahnya

Pelaku berhasil menggondol tas korban yang berisi dua stel pakaian, uang tunai Rp200.000, dan satu unit telepon seluler. Tak hanya itu, cincin emas yang melingkar di jari korban juga turut diembat.

Dugaan sementara, kejahatan dipicu lantaran pelaku mengira Sumiati adalah seorang tenaga kerja wanita Indonesia yang hendak pulang ke kampung halaman. Dugaan ini didasarkan banyaknya kasus perampokan dengan modus yang sama di beberapa daerah," tegasnya.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, saat ini kasusu tersebut tengah ditangani Unit Penyidik Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang. (Rom)

Kecelakaan, Perempatan Kedungsingkil Telan Korban

Written By Unknown on Senin, 03 November 2014 | 21.30

REMBANG, SK - Satu orang tewas dan seorang lainnya mengalami luka-luka akibat tabrakan sepeda motor di Perempatan Kedungsingkil Desa Sumberjo Kecamatan Rembang Kota, Senin (3/11) siang.

Sri Tanti Nurcahyaningsih (39), Warga RT 03 RW 06 Desa Sumberjo Kecamatan Rembang Kota, pengendara sepeda motor Yamaha Mio yang belum bernomor polisi yang membelok dari arah timur menuju ke utara (ke kanan) ditabrak oleh Zaenurohman (20), Warga Tanjungsari, Kecamatan Rembang yang mengendarai Honda Revo bernomor polisi H 5331 PP.

Diduga, korban yang membelok ke kanan tidak menyadari kalau ada pemotor dari arah utara lantaran perempatan cukup siku dan tertutup oleh rumah warga.

"Korban Sri Tanti Nurcahyaningsih, mengalami cedera di kepala dan dilarikan ke rumah sakit” kata Iptu Muhammad Ismail, Kanitlaka Satlantas Polres Rembang.

Informasi yang dihimpun dari pihak rumah sakit menyebutkan, bahwa korban Tanti sempat dirawat beberapa saat sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Desa Sumberjo, Yopi Arifvianto membenarkan bahwa salah satu warganya yang terlibat tabarakan di Perempatan Kedungsingkil akhirnya meninggal dunia.

"Setelah sempat di rawat di rumah sakit, korban akhirnya meninggal dunia. saat ini tengah dalam proses pemakaman," terangnya melalui gagang ponsel. (Rom)

10 Muharam, NU Sulang Santuni Yatim Piatu

MWC NU Sulang berikan santunan kepada yatim piatu dan gelar festival hadroh
SULANG, SK - Sebanyak 219 anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Sulang menerima santunan dari masyarakat yang dikoordinir oleh Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sulang, Senin (3/10/2014). Santunan yang diberikan berupa uang sebesar seratus ribu rupiah, perlengkapan sekolah dan kain.

Ketua MWC NU Kecamatan Sulang, Supardan mengatakan, santunan sengaja dikumpulkan dari warga, para dermawan dan donatur yang peduli terhadap kaum dhuafa.

"Ini sebagai jaring pengaman sosial. Mudah-mudahan santunan yang tidak seberapa ini dapat bermanfaat bagi mereka," ujar Supardan.

Acara pemberian santunan merupakan puncak kegiatan yang dilaksanakan MWC NU Kecamatan Sulang untuk menyambut datangnya tahun baru 1436 Hijriyah. Sebelumnya, panitia juga menyelenggarakan jalan sehat, sepeda santai, panjat pinang dan turnamen bola volly.

Ketua Panitia , Hariyanto, mengatakan, santunan anak yatim yang merupakan puncak kegiatan sengaja digelar tepat pada 10 Muharram dikemas dalam kegiatan pengajian muslimat yang bertempat di halaman Kantor Kecamatan Sulang.

"Untuk santunan anak yatim sengaja kami kemas bersamaan dengan khitanan massal, festival hadroh dan pengajian muslimat agar syiar islam lebih menggema," terangnya.


Nyai Hj Nurcholisoh dalam tausiahnya berpesan, hendaknya tiap umat banyak bersedekah dan menyantuni anak yatim di tanggal 10 bulan Muharam.

"Momentum tahun baru Hijriah utamanya 10 Muharam tentu sangat baik untuk berbagai rezeki pada sesama," tuturnya.


Plt Camat Sulang, Teguh Gunawarman sangat mengapresiasi kegiatan yang dimotori leh MWC NU sulang. "Dengan santunan anak yatim diaharapkan dapat mendorong masyarakat untuk saling berbagi," tegasnya. (Rom)

Ribuan Orang Apel Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Written By Unknown on Selasa, 28 Oktober 2014 | 16.20

Apel damai stop kekerasan terhadap perempuan dan anak
REMBANG, SK - Terjadinya beberapa kasus tindak kekerasan terhadap
perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Rembang, sebulan terakhir, memantik keprihatinan mendalam dari pemerintah setempat.

Untuk menekan dan meminimalisir kasus serupa, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Rembang mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Rembang untuk lebih peduli, mengawasi dan melapor ke pihak terkait jika mengetahui telah terjadi
tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekitarnya.

Ajakan tersebut dilakukan dengan menggelar apel damai stop kekerasan terhadap anak dan perempuan yang melibatkan ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat, Senin(27/10) pagi di halaman Stadion Krida Rembang.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz, mengatakan, berdasar data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menyebutkan dari 100 perempuan Indonesia 3 diantaranya mengalami
kekerasan. Jika dihitung, dengan jumlah perempuan Indonesia yang
melebihi 100 juta jiwa, maka dapat diperkirakan 3 juta perempuan
pernah mengalami kekerasan.

"Aksi damai merupakan titik awal dari upaya
menanamkan kesadaran terhadap masyarakat bahwa kekerasan terhadap anak
dan perempuan adalah tindak kejahatan sehingga tidak boleh dilakukan," tegasnya.

Ia menambahakan, kegiatan serupa akan terus digelorakan hingga pelosok-pelosok. Khusus kepada remaja putri, Hafidz berpesan agar menjaga
penampilan dalam berpakaian sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kasus pencabulan.

"Dengan berpakaian rapi sesuai budaya dan
adab ketimuran dipastikan tidak akan mengundang keinginan untuk berbuat yang macam-macam dari para lelaki yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Di Kabupaten Rembang, kasus kekerasan terhadap perempuan pada
tahun 2011 mencapai 18 kasus. Pada tahun 2012 turun menjadi 15 kasus. Tahun 2013 turun lagi menjadi 10 kasus. Sedangkan kekerasan pada anak
pada tahun 2011 ada 22 kasus, tahun 2012 berjumlah 20 kasus dan pada
2013 menurun menjadi 9 kasus.

Jika tidak dilakukan gerakan membangun kesadaran secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat dihawatirkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak akan meningkat di tahun 2014. (Rom)

Panjat Pinang Semarakkan Tahun Baru Hijriyah

Written By Unknown on Minggu, 26 Oktober 2014 | 15.54

Panjat pinang sambut Tahun baru 1436 H meriah/Rom
SULANG,SK - Berbagai kemeriahan dilakukan warga Sulang untuk menyambut datangnya 1 Muharram 1436 Hijriyah. Berbagai kegiatan dilaksanakan, diantaranya; jalan sehat, panjat pinang dan sepeda santai.

Ribuan warga mengikuti jalan sehat sejauh empat kilometer pada Sabtu (25/10) pagi. Mereka terdiri dari para santri dari sejumlah pondok pesantren, pelajar, fatayat, muslimat, IPNU, IPPNU serta masyarakat umum.

Kemeriahan semakin terasa, saat lomba panjat pinang digelar usai jalan sehat. Gelak tawa membuncah seiring tingkah lucu peserta panjat pinang yang jatuh bangun untuk menggapai puncak.

Melengkapi keceriaan yang ada, panitia membagiakan ratusan doorprize diantaranya, kulkas, tv, kompor gas, kipas angin, dan hadiah hiburan lainnya.

Selanjutnya, pada Ahad (26/10) pagi, ratusan warga juga turut ambil bagian dalam kegiatan sepeda santai yang berlabel "ngontel bareng MWC NU Sulang".

Ketua panitia, Hariyanto, mengatakan, selain jalan sehat, panjat pinang dan ngontel bareng, panitia juga akan menggelar lomba bola volly, festival hadroh, khitaanan masal, santunan anak yatim dan pengajian umum.

"Serangkaian kegiatan akan kami laksanakan selama sepekan. Puncaknya nanti akan diadakan festival hadroh, khitanan masal, santunan anak yatim yang akan dirangkai dengan pengajian umum pada tanggal 10 Muharram," tegasnya.

Plt camat sulang, Teguh Gunawarman, yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut mengaku sangat mengapresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh panitia. Dia berharap, kedepannya kegiatan serupa dapat dilakukan dengan lebih meriah lagi.

"Ini sangat baik bagi generasi muda. Dengan peringatan tahun baru Hijriyah diharapkan generasi muda dapat meneladani nilai-nilai luhur peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW," katanya.

Kegiatan yang dilaksanakan Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sulang ini memantik banyak simpati masyarakat. Sejumlah kalangan pemuka agama Islam berharap, momentum perayaan tahun baru ini bisa dijadikan sebagai sarana mawas diri terhadap apa yang telah diperbuat pada sepanjang setahun yang lalu. Perilaku baik mestinya ditingkatkan. (Rom)

 
Siapa Kami | Pedoman Media Siber |
Copyright © 2014. SK Rembang - All Rights Reserved
SK Rembang