S P A C E I K L A N

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Ekobis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekobis. Tampilkan semua postingan

Tolak Permen, Nelayan Rembang Minta Susi Mundur

Written By Unknown on Rabu, 28 Januari 2015 | 15.05

Demo nelayan Rembang  berlangsung tertib
REMBANG,SK - Sedikitnya tiga ribu nelayan di Rembang menggelar aksi demo menolak beberapa kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang dianggap akan menyengsarakan mereka, Rabu (28/1/2015) pagi.

Salah satu tututan mereka adalah pembatalan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (Trawls) dan pukat tarik (Saint Nets). Mereka menganggap peraturan tersebut jelas akan mematikan nasib nelayan Rembang.

Nelayan di Rembang juga menuntut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mundur karena kebijakan yang dikeluarkan sangat merugikan kaum nelayan.

“Kami meminta Menteri Susi membatalkan Permen Nomor 2 Tahun 2015. Jika tidak, Menteri Susi harus turun dari jabatan,” kata Sumarlan corong. salah seorang koordinator aksi.

Dalam aksi itu, nelayan sempat memblokir Jalur Pantura Kota Rembang. Selanjutnya mereka longmarch menuju Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang.

Di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, massa terus berorasi< Mereka menyerahkan surat tuntutan kepada kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, Suparman untuk diteruskan kepada Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti. Bahkan para pendemo juga mendaulat Suparman untuk berorasi sebagai wujud dukungan atas apa yang dilakukan oleh nelayan Rembang.

"Kami berjanji, akan menyampaikan aspirasi nelayan Rembang kepada Ibu Menteri," tegasnya saat berorasi.


Usai meyerahkan surat tuntutan, massa bergerak menuju Gedung DPRD Rembang yang tepat berada di jalur Pantura. Mereka ditemui secara bergantian oleh Wakil Ketua DPRD Bisri Cholil Laquf, Ketua DPRD Majid Kamil, dan Pelaksana Tugas Bupati Abdul Hafidz.

“Kami akan menyampaikan langsung tuntutan nelayan ini ke Presiden. Silakan didampingi perwakilan nelayan agar kami tidak dikira hanya janji,” tegas Chafidz.

Meski sempat memblokir pantura, secara keseluruhan demo berjalan tertib. Kapolres Rembang AKBP M Kurniawan turun langsung untuk mengamankan jalannya aksi. Bahkan, ia membaur dengan massa dan berorasi agar nelayan tetap menjaga ketertiban dalam melaksanakan aksinya. (Rom)

Minta Perlindungan, PKL Madul Dewan

Written By Unknown on Selasa, 27 Januari 2015 | 15.05

PKL Alun-alun Rembang madul Komisi A DPRD Rembang
REMBANG, SK - Sekitar 30 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan alun-alun Rembang geruduk Gedung DPRD, Selasa (27/1/2015) pagi. Mereka madul ke Komisi A DPRD Rembang lantaran tidak diperbolehkan berjualan di lur selter yang telah di sediakan.

Sebagian PKL memang belum kebagian selter yang baru saja rampung dibangun pemerintah setempat. Akibatnya, mereka tetap berjualan di tempat semula meski dilarang. Selter yang ada belum mampu menampung jumlah PKL yang biasa mangkal di kawasan itu.

Perwakilan PKL, Slamet meminta DPRD dan Pemkab memberikan solusi bijak untuk para PKL yang belum kebagian selter agar tetap dapat mengais rejeki di kawasan alun-alun Rembang.

“Selter yang tersedia, belum mampu menampung semua pedagang yang selama ini berjualan di kawasan alun-alun. Kalau yang belum kebagian gak boleh jualan di luar selter, bagaimana kami dapat menghidupi keluarga," terangnya.

Para PKL menuntut agar tetap diperbolehkan berjualan sampai dengan pengerjaan selter yang baru selesai.

Menanggapi hal itu, DPRD Rembang menjamin para pedagang kaki lima yang belum tertampung di selter tetap bisa berjualan untuk sementara waktu di tempat semula.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Rembang Sukarmain mengatakan, jaminan itu sebaga wujud perlindungan kepada masyarakat. 

"Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk berembug bersama utamaanya Satpol PP dan Dinas Pekerjaan Umum, untu menyelesaikan maslah PKL yang belum kebagian selter," ungkapnya.

saat ini ada 50 pedagang kuliner dan 17 pedagang jasa mainan anak-anak yang mangkal di kawasan alun-alun Rembang. Mereka berharap penataan kawasan alun-alun Rembang tetap memberikan ruang bagi mereka untuk tetap dapat mengais rejeki di kawasan tersebut tanpa dibayangi kecemasan dirazia Satpol PP lantaran belum berjualan pada titik yang sudah ditentukan.(Rom)

Warga Pro Semen Geruduk Kantor Pemkab

Written By Unknown on Rabu, 19 November 2014 | 17.30

Warga pro semen melakukan demo di Kantor Bupati Rembang (19/11/2014)
REMBANG, SK - Ratusan warga dari tujuh desa sekitar lokasi pabrik semen di Kecamatan Gunem menggelar aksi demo mendukung pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang pada Rabu (19/11/2014) pagi. Mereka melakukan orasi di depan gerbang Kantor Bupati Rembang.

Koordinator aksi, Suharti dalam orasinya menyatakan 10 alasan yang melatarbelakangi mayoritas warga di Kecamatan Gunem mendukung pendirian pabrik semen oleh PT Semen Indonesia.

"Kami yakin, dengan adanya pabrik semen dampak positifnya akan jauh lebih banyak dibanding dampak negatif. Warga telah merasakan manfaat dari program tanggung jawab sosial perusahaan seperti pelatihan keterampilan, pembangunan fasilitas umum, dan lapangan pekerjaan. Kami percaya pembangunan pabrik semen akan memberi kontribusi besar dan efek multi dalam perekonomian warga," tegasnya.

Suharti menyebut beberapa contoh nyata yang sudah dirasakan warga adalah adanya kesepakatan pemanfaatan lahan oleh petani setempat baik sebelum ditambang maupun pasca tambang setelah direklamasi.

“Petani diberdayakan dengan pemberian bantuan bibit. Selain itu, mayoritas lahan yang ditambang merupakan lahan batu kapur yang tandus. Apalagi, pabrik semen yang hendak berdiri adalah milik negara yang sudah pasti akan peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar," tambahnya.

Suharti menceritaakan, sebelum Semen Indonesia masuk, sudah berpuluh tahun lamanya penambangan terjadi di wilayah Kecamatan Gunem.


Setelah berorasi, perwakilan warga kemudian meminta waktu untuk bertemu Plt Bupati Rembang, Abdul hafidz untuk menyerahkan segebok ornamen dan dokumen berisi dukungan.

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyaarakat (LSM) lokal juga turut dalam aksi tersebut. Diantaranyada; LSM Balas, Aliansi Tajam, LSM Komras, LSM Hitam Putih, LSM Semut Abang, dan LSM LP3.

Tampak pula Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang Bambang Wahyu Widodo dalam barisan pro semen.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pihaknya sebatas melakukan kewenangan dan kewajiban dalam hal melayani investasi yang masuk di daerah ini.

“Pro atau kontra yang saat ini ada silakan, asalkan dapat saling menghormati. Saya minta semua pihak bersabar menunggu proses di PTUN. Hormati yang pro maupun yang kontra agar tidak terjadi benturan fisik,” kata Hafidz.

Hafidz menambahkan, sebelumnya pihak yang kontra juga menemuinya. Hafidz mengaku menjawab dengan jawaban yang sama, bahwa Pemkab hanya menjalankan kewenangan dan melakukan kewajiban.

Sebelumnya, massa yang kontra dengan pembangunan pabrik semen yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Utara juga menggelar aksi penolakan di gerbang Kantor Bupati Rembang pada Kamais (6/11/2014). Mereka menuntut Plt Bupati Rembang untuk melaksanakan rekomendasi Komnas HAM untuk menghentikan sementara aktivitas pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia saambil menunggu keputusan pengadilan PTUN Semarang terkait gugatan atas Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan oleh PT Semen Gresik (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang.

Hingga saat ini, proses hukum masih berlanjut di PTUN Semarang. (Rom)

Alfamart Salurkan Bantuan Air Bersih

Written By Unknown on Rabu, 12 November 2014 | 07.21

Warga Sulang Terima Bantuan Air Bersih
SULANG - Sebagian warga di Desa Sulang masih kesulitan mendapatkan air bersih, meski hujan telah turun dalam tiga hari terakhir. Untuk membantu meringankan warga, pemerintah desa setempat terus mengupayakan bantuan droping air bersih ke sejumlah titik rawan.

Kepala Desa Sulang, Moch Burhanuddin, mengatakan, selain meminta bantuan kepada Pemkab Rembang pihaknya juga meminta bantuan kepada pihak swasta untuk turut serta menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

"Di beberapa titik, warga masih kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan dari Pemkab Rembang masih belum memadai dibanding kebutuhan warga. Alhamdulillah, Alfamart yang juga beroperasi di wilayah Sulang turut peduli dengan memberikan bantuan air bersih. Tentu ini sangat membantu warga," terangnya saat mendampingi pendistribusian air bersih, Selasa (11/11/2014) pagi.

PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, yang merupakan perusahaan retail minimarket berlisensi merek dagang Alfamart menyalurkan bantuan 20 tangki air bersih ke beberapa wilayah di Desa Sulang.

Bantuan air bersih secara simbolis diserahkan manajemen  Alfamart yang diwakili Kepala Branch Manager Alfamart Cabang Rembang Putut Dessy Susilo kepada Kepala Desa Sulang, Moch Burhanuddin. Selanjutnya, bantuan didistribusikan secara bertahap ke sejumlah wilayah diantaranya, Dukuh Sulang Utara, Gaplokan, Tegalsari, Tegalgede, Sulang Barat dan Sulang Tengah.

Putut mengatakan, kekeringan yang menimpa warga di beberapa titik di Desa Sulang, menjadi perhatian Alfamart untuk ikut andil membantu mereka dengan menyalurkan air bersih.

"Bantuan air bersih ini sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Sumber dananya berasal dari program CSR perusahaan. Semoga bantuan inibisa membantu meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih" tegasnya," tegas Putut.


Penjual Es Cincau Meninggal Saat Berjualan

Written By Unknown on Minggu, 09 November 2014 | 06.00

Ilustrasi
SUMBER, SK - Penjual es cincau di Pasar Krikilan, Kecamatan sumber mati mendadak saat berjualan pada pada Sabtu (8/11) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Dia adalah Entis Sutisna (35), warga Dusun Sorok RT 5 RW 6 Desa Darmacaang Kecamatan Cikoning Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang sehari-hari berjualan es cincau di Pasar Krikilan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada tanda-tanda aneh sebelum kejadian. Entis yang setiap pagi berjualan di Pasar Krikilan, tampak melakukan aktifitas seperti biasanya.

Namun, entah kenapa, belum lama ia membuka dagangannya tiba-tiba ia terjatuh dari tempat duduk dekat gerobak es cincaunya. Ia meninggal dunia di tempat kejadian.

Warga yang melihat kejadian itu semula berniat menolong namun karena takut wargapun langsung melaporkan kepada kepala Desa dan Polsek  Sumber.


Kapolsek Sumber AKP Bibit Agung Santoso mengatakan, berdasarkan hasil oleh TKP dan pemeriksaan dokter, penyebab dari meninggalnya korban diduga karena serangan jantung.

"Di tubuh almarhum tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Menurut keterangan dari keluarganya, almarhum memiliki riwayat penyakit sesak nafas," terangnya. (Rom)

Akhirnya, Warga Buka Segel Gudang DC Alfamart

Written By Unknown on Selasa, 21 Oktober 2014 | 21.30

REMBANG,SK - Warga Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang akhirnya membuka segel yang mereka pasang di gudang DC Alfamart milik PT Sumber Alfaria Trijaya, Senin (20/10) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Pembukaan segel dilakukan setelah pihak warga dan perusahaan mencapai titik temu terkait rekrutmen tenaga kerja dan penyelesaian pembangunan gedung serba guna milik desa setempat yang sebelumnya menjadi sumber kekecewaan warga.

Pertemuan berlangsung di Balai Desa Pasarbanggi pada Senin (20/10) siang. Meski berjalan alot, namun akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk "berdamai".

Kepala Desa Pasarbanggi Rasno mengatakan, dalam pertemuan tersebut, PT Sumber Alfaria Trijaya yang diwakili Yoni Christiawan, menyatakan sanggup merampungkan pekerjaan bangunan atap gedung serba guna dan juga siap memprioritaskaan warga setempat dalam rekrutmen tenaga kerja secara bertahap.

"Pihak perusahaan siap menyelesaikan pembangunan bagian atap. Selain itu, perusaahaan akan berkomitmen untuk memprioritaskan warga lokal dalam merekrut tenaga kerja. Hanya saja, itu akan dilakukan secara bertahap," terangnya.

Mengenai tuntutan lainnya, diantaranya; sumbangan dua juta rupiah per tahun untuk acara sedekah laut, dua juta rupiah per tahun untuk sumbangan madrasah, dan satu juta rupiah per tahun untuk retribusi kas desa, serta lelang kertas yang diprioritaskan desa juga akan dipenuhi setelah nanti gudang beroperasi. (Rom)

Lasem Batik Carnival Pukau Ribuan Warga

Written By Unknown on Senin, 13 Oktober 2014 | 13.11

Ribuan warga antusias saksikan Lasem Batik Carnival 2014
REMBANG, SK - Kemeriahan gelaran Lasem Festival 2014 yang berlangsung hampir sepekan, ditutup dengan Lasem Batik Carnival pada Ahad (12/10) sore. Ribuan masyarakat menyemut di sepanjang rute yang dilalui.

Lasem Batik Carnival tahun ini digelar dengan konsep yang berbeda. Panggung kehormatan lengkap dengan karpet merah sepanjang 100 meter sebagai Cat Walk ditempatkan di tengah-tengah rute perjalanan antara Perumahan Madina Asri, Desa Jolotundo sebagai titik start dan Masjid Jami' Lasem sebagai titik finish.

Ketua Panitia Festival Lasem 2014, Yon Suprayoga mengatakan, Lasem Batik Carnival melibatkan ratusan siswa dari empat sekolah yang menampilkan berbagai kostum fantasi yang terbuat dari kain batik tulis Lasem. Empat sekolah tersebut adalah: SMK Umar Fatah, SMPN 1 Lasem, SMAN 1 Lasem dan SMK Avicena Lasem.

"Ada sekitar 400 peserta terdiri dari 100 kostum fantasi utama dan 300 figuran. Keterpaduan, keserasian kostum menjadi salah satu unsur yang dinilai. Selain itu, para peserta harus menampilkan gerak, ekspresi di atas cat walk dari karpet merah  yang disediakan untuk memikat hati warga dan juri," terangnya, di sela-sela acara.

Yon, sapaan Yon Suprayoga, menambahkan, dalam pagelaran Batik Lasem Carnival, hal menarik lainnya adalah interaksi yang dibangun antara pelajar dengan perajin batik tulis.

"Dalam pembuatan kostum, mereka harus berinteraksi dengan perajin dan penjahit untuk mendapatkan bahan-bahan pembuatan kostum berupa kain perca maupun kain batik Lasem utuh," tambahnya.

Masyarakat Lasem sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Karnaval yang dimulai sejak jam 2 siang hingga jam 5 sore tersebut, juga diminati masyarakat dari luar daerah termasuk tujuh mahasiswa asal Belanda yang sengaja datang ke acara Festival Lasem untuk melihat potensi Lasem sebagai Tiongkok kecil dari dekat utamnya terakait batik tulisnya yang terkenal hingga manca negara.

Plt. Bupati Rembang, Abdul Hafidz, yang hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Rembang sangat mengapresiasi kegiatan Batik Lasem carnival sebagai upaya untuk mengangkat potensi Lasem sebagai Kota Budaya sekaligus sebagai upaya untuklebih mempopulerkan batik tulis Lasem .

"Kami berhrap Lasem Batik Carnival bisa go Nasional bahkan Internasional di masa mendatang. Dan yang lebih penting lagi, tidak hanya sekedar karnaval dan pameran, tetapi bagaimana kita bisa memasarkan dan meningkatkan kualitasnya, sehingga bisa bersaing dengan acara serupa yang ada di daerah lain," tegas Chafidz. (Rom).

Kemarau, Embung di Rembang Terancam Kering

Written By Unknown on Sabtu, 27 September 2014 | 15.37

REMBANG, SK - Musim kemarau mengakibatkan debit air di sejumlah embung di wilayah Kabupaten Rembang mengalami penyusutan. Penyusutan paling parah diantaranya terjadi di Embung Banyukuwung Sudo, Embung Sambongan Jatimudo, masing-masing di Kecamatan Sulang dan Embung Grawan di kecamatan Sumber. Akibat penyusutan tersebut pasokan air bersih dari PDAM yang menggunakan air baku dari ketiga embung tersebut, diprediksi hanya mampu bertahan hingga awal Oktober.

Untuk membantu ketersediaan air bersih bagi masyarakat, Pemkab Rembang sejak Juli hingga akhir September telah melakukan droping air bersih ke sejumlah titik rawan kekeringan yang tersebar di 8 kecamatan yakni; Kecamatan Kaliori, Sumber Sulang, Bulu, Lasem, Sedan, Pamotan dan Gunem. Selain itu Pemkab Rembang juga tengah mengupayakan penambahan jumlah embung dan cekdam sebagai saranan penampungan

"Upaya ini dilakukan karena wilayah Rembang tidak masuk kategori daerah yang tidak dilalui sungai-sungai besar. Sehingga memerlukan penampungan air untuik mengatasi kekeringan," terang Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Hamzah Fatoni, Sabtu (27/9).

Hamzah menambahkan, untuk mengantisipasi dan menangani berbagai dampak kekeringan yang timbul, Pemkab telah melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait dengan mengidentifikasi dan menginventarisir beberapa wilayah yang rawan terkena dampak kemarau.

"Tahun 2014, Pemkab telah menganggarkan Rp200 juta untuk dropping air bersih ke sejumlah daerah yang terjadi kekeringan. Selain itu, Badan Koordinasi Lintas (Bakorlin) I Pati mulai awal Oktober akan melakukan dropping air sebanyak 320 tangki," tambahnya.

Terkait ketersediaan kebutuhan, Hamzah menegaskan, berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP dan P4K) stok pangan diperkirakan cukup untuk 9 bulan kedepan.

Ratusan UKM Dapat Kucuran Pinjaman Lunak dari SI

UMKM di Kecamatan Gunem dan Bulu mendapatkan kucuran kredit lunak dari SI
REMBANG, SK - Sebanyak 107 Usaha Kecil Menengah (UKM) di wilayah Kecamatan Gunem dan Bulu, Kabupaten Rembang mendapat kucuran dana program kemitraan berupa pinjaman lunak dari PT Semen Idonesia (SI). Dana yang di salurkan mencapai Rp 2,14 miliar.

Pencairan tahap I diberikan kepada 56 UKM dengan total adana mencapai Rp611 juta. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Biro  Bina Lingkungan PT SI, Slamet Mursidiarso di dampingi Kepala Biro Komunikasi, Abimanyu di Balai Desa Tegaldowo, Kamis siang (25/9).

Slamet, kepada awak media, mengatakan UKM yang mendapat pinjaman lunak terdiri atas empat bidang usaha meliputi; sektor industri kecil, jasa, perdagangan dan peternakan. Slamet menambahkan, dana yang di salurkan kepada mitra PT SI berasal dari Corporate Social Responbility (CSR).

"Program ini diharapkan mampu mencetak pengusaha kecil yang mandiri, tangguh, berdaya saing tinggi dan mampu menyerap tenaga kerja," tegasnya.

Slamet juga  menambahkan, hingga saat ini, PT SI memiliki sekitar 12.000 mitra binaan dengan omzet tidak kurang dari Rp800 miliar di berbagai bidang usaha. Mulai dari perdagangan, kuliner, agribisnis, dan industri kreatif. Mitra binaan tersebut tersebar di berbagai daerah khususnya di basis usaha perseroan, yakni Gresik dan Tuban Jatim.

Pada kesempatan itu Slamet  juga mengharapkan dukungan warga khususnya di lima desa ring I agar rencana pembangunan pabrik semen di wilayah Rembang berjalan lancar. Sebab jika pabrik ini nanti telah beroperasi, warga sekitar akan mendapat banyak dampak positif khususnya di bidang ekonomi diantaranya penyerapan tenaga kerja, usaha sampingan seperti warung makan, tempat kos kosan bagi karyawan pabrik, laundry dan lainnya.

Terpisah, pada hari yang sama puluhan warga dari beberapa desa ring I didukung sejumlah LSM yang mendukung pembangunan pabrik semen, melakukan aksi demo di Kantor Bupati Rembang. Aksi tersebut sebagai bentuk dukungan atas pembangunan pabrik semen oleh PT SI di Rembang. (Rc)

Soal Pabrik Semen di Rembang, Ganjar Akan Ngadu ke Menteri dan Presiden

Written By Unknown on Rabu, 09 Juli 2014 | 10.43

REMBANG, SK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan bicara kepada Menteri dan Presiden terkait pro dan kontra pembangunan pabrik semen di wilayah Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. Hal itu disampaikan Ganjar usai menggelar pertemuan dengan pihak yang pro dan kontra atas rencana pembangunan pabrik semen baru oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, di aula kantor Gubernur Jateng, Senin (7/7).

"Persoalan di Rembang ini jadi contoh kasus yang nanti dikaji. Saya akan bicara pada menteri dan presiden, untuk kebijakan soal ini secara nasional bagaimana," tegas Ganjar.

Ganjar meminta pihaknya “diadili” terkait pro dan kontra pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang. Ganjar juga meminta jika kajian soal Amdal dianggap salah, silakan ditunjukkan bagian mana yang salah dan pihaknya siap diuji bahkan diadili. "Saya minta diadili, tunjukkan dimana kesalahan kami. Tapi tidak ada kan?" tegas Ganjar, Senin (7/7).

Dalam pertemuan itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Surono, mengatakan, pihaknya merekomendasikan pelarangan penambangan di kawasan cekungan air tanah (CAT) Watuputih, yang menjadi lokasi pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Rembang, Jawa Tengah.

Rekomendasi itu sendiri telah disampaikan melalui surat nomor 3131/05/BGL/2014 kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertanggal 1 Juli 2014 lalu. Menurur Surono, hal itu untuk menjaga kelestarian akuifer CAT, sehingga kegiatan penambangan di batu gamping tersebut dilarang.

Surono menyatakan, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 26 Tahun 2011 tentang Penetapan Cekungan Air Tanah Indonesia, perbukitan tersebut ditetapkan sebagai bagian dari CAT Watuputih. Akuifer CAT Watuputih terbentuk pada batu gamping formasi paciran dengan aliran melalui celahan, rekahan, dan saluran. "CAT Watuputih sebagian besar wilayahnya merupakan daerah imbuhan air tanah," kata Surono.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan penambangan di cekungan air tanah Watuputih tetap dibolehkan. Dia membantah adanya larangan penambangan di daerah CAT tersebut. “Konteksnya pengendalian, bukan pelarangan,” kata Teguh.

Teguh memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak mungkin merusak alam di Rembang. Sebab, kawasan cekungan air tetap boleh ditambang selama ada pengendalian. “Yang tidak boleh adalah di kawasan kars,” katanya, dan Rembang sesuai dengan Kepmen ESDM 2641.K bukan kawasan kars.

Teguh menyatakan, argumentasi Badan Geologi yang mendasarkan pada Kepres 26/2011 masih belum sempurna. Hal ini karena Kepres hanya mengatur CAT dan tidak mengatur daerah yang menjadi kawasan lindung dan kawasan budidaya. Demikian pula dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2008 mengamanatkan pengendalian aquifer, bukan pelarangan sepertiyang disebutkan Surono, Kepala Badan Geologi ESDM.

 Ahli geologi dari ITB Budi Sulistyo yang hadir pada forum diskusi juga mempertanyakan soal pelarangan itu. ''Jika mengacu pada Keppres No 26 tahun 2011, sesuai persepsi atau pemahaman Pak Surono, maka semua izin penambangan di Indonesia harus dicabut dan kegiatan penambangan akan ditutup,'' tegasnya. Menurut dia, jika semua CAT tidak boleh ditambang maka tidak ada satupun kegiatan penambangan yang beroperasi di Indonesia.

Pakar yang juga ketua salah satu program studi di ITB tersebut selanjutnya menuturkan, jika demikian, program studi yang dipimpinnya tak akan berguna karena outputnya tak bisa bekerja di pertambangan. ''Lebih baik saya tutup prodi ini,'' kilahnya.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Djoko Sutrisno mengatakan, koordinat atau batas kawasan lindung dan imbuhan CAT Watuputih bisa dicek di Badan Geospasial. Dari penelusuran itu, tim penyusun amdal telah memastikan bahwa lokasi pabrik milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tidak berada di kawasan CAT lindung.

Pernyataan itu diamini Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fathoni. Menurutnya, pada awal pengajuan ijin, area pabrik semen memang menabrak kawasan CAT lindung. Namun Pemkab Rembang sudah mengoreksi dengan hanya memberi ijin pada kawasan CAT imbuhan.
Pihak Semen Indonesia selaku investor telah menjadi "korban" dari simpangsiurnya peraturan soal kawasan tersebut.

Oleh karena itu, areal yang sebelumnya menjadi target kegiatan produksi pabrik semen ini diciutkan, awalnya perusahaan membidik hampir 1.400 hektare lahan untuk kegiatan eksploitasi bahan baku pembuatan semen. Namun akhirnya diciutkan hingga menjadi tinggal 860 hektare.

Perusahaan BUMN itu jelas tidak mau mengambil risiko jika lokasi penambangan mengganggu lingkungan. Hamzah menegaskan, aturan dari Pemerintah bukan satu-satunya dasar dalam melangkah, tetapi didasari juga dari hasil kajian di lapangan oleh para ahli agar penambangan yang dilakukan oleh perusahaan selalu berwawasan lingkungan. 

Ganjar Janji Pertemukan Semua Pihak Terkait Pabrik Semen Gunem

Written By Unknown on Minggu, 29 Juni 2014 | 10.47

REMBANG,SK - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menemui puluhan warga penentang rencana pendirian pabrik semen yang masih bertahan di bawah tenda di dekat lokasi tapak pabrik semen milik PT Semen Indonesia yang berada di kawasan antara Desa Kadiwono Kecamatan Bulu dengan Desa Kajar Kecamatan Gunem, Jumat (27/6) sore.

Kepada warga yang masih kontra, Ganjar mengajak mereka untuk berdialog dengan pihak-pihak yang terkait, baik dari mereka yang pro, pihak Pemerintah, dan pihak PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Namun terlebih dahulu Ganjar meminta kepada mereka yang kontra untuk menunjuk wakil yang bisa dipercaya.

“Tentukan dulu siapa yang akan mewakili (warga). Wakil ini penting agar jelas siapa yang bertanggung jawab. Warga juga bisa menunjuk ahli yang paling bisa percaya. Intinya tentukan dulu wakil, agar kita bisa rembugan,” ujar Ganjar kepada warga.

Ganjar memberikan waktu satu minggu kepada warga untuk mempersiapkan segala sesuatunya. "Semua harus diperlakukan secara adil. Silakan susun agendanya. Kita yang akan menjadwalkan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, warga sempat ngotot untuk meminta penarikan alat berat dari lokasi tapak pabrik. Namun Ganjar menyatakan, soal alat berat nanti akan turut dibicarakan dalam dialog yang diikuti oleh orang-orang terpercaya dari semua pihak.

Rencana pendirian pabrik semen oleh PT Semen Indonesia hingga saat ini masih menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat khususnya warga yang berada di sekitar lokasi pabrik.

Sebelumnya, puluhan warga yang kontra terkait rencana pembangunan pabrik semen, yang didominasi kaum perempuan melakukan aksi protes di sekitar lokasi pabrik saat pihak PT Semen Indonesia menggelar doa bersama dan manakiban sebagai penanda dimulainya pembangunan pabrik pada senin (16/6 ) silam. Selanjutnya, mereka pun melanjutkan aksi penolakan dengan mendirikan tenda di sekitar lokasi pabrik.

Saat itu, doa bersama dan manakiban yang dilanjutkan dengan peletakan batu pertama dihadiri Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Ketua DPRD Rembang, Sunarto, serta ratusan warga yang berada di sekitar lokasi pabrik yakni Desa Kajar, Pasucen, Timbrangan, Tegaldowo dan Kadiwono. Doa bersama dipimpin oleh tokoh agama masyarakat setempat diantaranya Mbah Achmad Akhid (Timbrangan), Mbah Sarki (Pasucen), Mbah Syamsudin (Kajar), Mbah Purwoto (Kadiwono) dan Mbah Nasikun (Tegaldowo).



 
Siapa Kami | Pedoman Media Siber |
Copyright © 2014. SK Rembang - All Rights Reserved
SK Rembang