S P A C E I K L A N

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan

Warga Tanjung Temukan Tapak Raksasa

Written By Unknown on Kamis, 13 November 2014 | 17.00

SULANG, SK - Warga Desa Tanjung Kecamatan Sulang, Rabu (12/11) petang, digegerkan dengan penemuan bekas telapak kaki raksasa di pinggir sungai desa setempat. Penemuan tersebut terang saja membuat warga berbondong-bondong ke lokasi penemuan.

Kepala Desa Tanjung Ahmad Erfin Rianto, mengatakan awalnya dirinya tak percaya adanya laporan penemuan bekas telapak kaki raksasa dari warganya. Namun, karena warganya semakin heboh membicarakan penemuan itu, dirinya langsung ke lokasi penemuan.

“Setelah saya ke lokasi ternyata memang ada semacam bekas telapak kaki raksasa. Saya pun langsung konsultasi dengan  salah satu tokoh spiritual. Setelah diterawang, ternyata itu memang bukan telapak kaki manusia melainkan telapak kaki mahluk halus,“ ungkapnya.

Kapolsek Sulang AKP Muhamad Mansur yang mendapatkan informasi itu langsung mengecek ke lokasi. Pihaknya mengaku langsung melakukan pengukuran telapak kaki tersebut.

Dia menyebutkan panjang bekas telapak mencapai 45 centimeter dan lebar 26 centimeter. Ia menyimpulkan telapak kaki tersebut bukan telapak kaki manusia jika dilihat dari ukurannya.

“Kami mengimbau kepada warga agar tidak resah atas penemuan ini,” kata AKP Muhammad Mansur.

Hingga berita ini diturunkan, masih cukup banyak warga yang penasaran. Bahkan, sejumlah warga dari luar desa juga berduyun-duyun guna memastikan kabar yang berhembus kencang tersebut. (Rom)

Razia Gabungan, Satpol PP Amankan Satu PSK

Written By Unknown on Selasa, 14 Oktober 2014 | 09.33

ilustrasi
SARANG, SK - Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang bersama Satpol PP Jateng dan Jatim, menggelar razia prostitusi dan peredaran minuman keras di wilayah Pantura Kecamatan Sarang, kabupaten Rembang, Senin (13/10) siang. Dalam razia tersebut, seorang pekerja seks komersial (PSK) asal Tuban berhasil diamankan petugas dari salah satu warung tepi jalan di wilayah Pantura Kalipang Sarang.

Oleh petugas, PSK tersebut lantas didata identitasnya. Meski demikian, yang bersangkutan tidak digelandang ke Markas Satpol PP Rembang.

Petugas juga melakukan razia di jalur Pantura Serbung, Desa Temperak Kecamatan Sarang. Hanya saja, petugas gagal mendapati target sasaran.

“Mungkin bocor. Karena, setelah tim memasuki salah satu warung, ada beberapa PSK yang kabur lebih dulu. Buktinya, televisi dan kompor masih dibiarkan menyala saat kita masuk warung,” ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang Slamet Riyadi.

Selain satu PSK, petugas gagal menemukan miras dari sejumlah warung yang sebelumnya diduga marak beredar di kawasan tersebut.

Ditegaskannya, razia prostitusi dan peredaran miras di Pantura Perbatasan Jateng-Jatim merupakan program tetap Satpol PP di jalur Ratubangnegoro (Pantura Tuban, Rembang, dan Bojonegoro).

"Kami akan mengintensifkan sendiri razia prostitusi dan miras, di luar kerjasama Ratubangnegoro di Perbatasan Rembang-Tuban," pungkasnya. (Rom)

Lasem Batik Carnival Pukau Ribuan Warga

Written By Unknown on Senin, 13 Oktober 2014 | 13.11

Ribuan warga antusias saksikan Lasem Batik Carnival 2014
REMBANG, SK - Kemeriahan gelaran Lasem Festival 2014 yang berlangsung hampir sepekan, ditutup dengan Lasem Batik Carnival pada Ahad (12/10) sore. Ribuan masyarakat menyemut di sepanjang rute yang dilalui.

Lasem Batik Carnival tahun ini digelar dengan konsep yang berbeda. Panggung kehormatan lengkap dengan karpet merah sepanjang 100 meter sebagai Cat Walk ditempatkan di tengah-tengah rute perjalanan antara Perumahan Madina Asri, Desa Jolotundo sebagai titik start dan Masjid Jami' Lasem sebagai titik finish.

Ketua Panitia Festival Lasem 2014, Yon Suprayoga mengatakan, Lasem Batik Carnival melibatkan ratusan siswa dari empat sekolah yang menampilkan berbagai kostum fantasi yang terbuat dari kain batik tulis Lasem. Empat sekolah tersebut adalah: SMK Umar Fatah, SMPN 1 Lasem, SMAN 1 Lasem dan SMK Avicena Lasem.

"Ada sekitar 400 peserta terdiri dari 100 kostum fantasi utama dan 300 figuran. Keterpaduan, keserasian kostum menjadi salah satu unsur yang dinilai. Selain itu, para peserta harus menampilkan gerak, ekspresi di atas cat walk dari karpet merah  yang disediakan untuk memikat hati warga dan juri," terangnya, di sela-sela acara.

Yon, sapaan Yon Suprayoga, menambahkan, dalam pagelaran Batik Lasem Carnival, hal menarik lainnya adalah interaksi yang dibangun antara pelajar dengan perajin batik tulis.

"Dalam pembuatan kostum, mereka harus berinteraksi dengan perajin dan penjahit untuk mendapatkan bahan-bahan pembuatan kostum berupa kain perca maupun kain batik Lasem utuh," tambahnya.

Masyarakat Lasem sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Karnaval yang dimulai sejak jam 2 siang hingga jam 5 sore tersebut, juga diminati masyarakat dari luar daerah termasuk tujuh mahasiswa asal Belanda yang sengaja datang ke acara Festival Lasem untuk melihat potensi Lasem sebagai Tiongkok kecil dari dekat utamnya terakait batik tulisnya yang terkenal hingga manca negara.

Plt. Bupati Rembang, Abdul Hafidz, yang hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Rembang sangat mengapresiasi kegiatan Batik Lasem carnival sebagai upaya untuk mengangkat potensi Lasem sebagai Kota Budaya sekaligus sebagai upaya untuklebih mempopulerkan batik tulis Lasem .

"Kami berhrap Lasem Batik Carnival bisa go Nasional bahkan Internasional di masa mendatang. Dan yang lebih penting lagi, tidak hanya sekedar karnaval dan pameran, tetapi bagaimana kita bisa memasarkan dan meningkatkan kualitasnya, sehingga bisa bersaing dengan acara serupa yang ada di daerah lain," tegas Chafidz. (Rom).

Partisipasi Pemilih di Rembang pada Pilpres 2014 Capai 77,98 persen

Written By Unknown on Jumat, 18 Juli 2014 | 10.35

Penandatanganan hasil rekapitulasi Pilpres 2014
REMBANG, SK - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rembang telah merampungkan rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2014 tingkat kabupaten pada Rabu (16/7) malam. Rekapitulasi yang dilaksanakan di Hotel Gajahmada Rembang, sejak jam empat sore hingga jam tujuh malam berlangsung dengan tertib dan lancar.

Dari total 14 kecamatan di Kabupaten Rembang, pasangan Jokowi-JK menang di 13 kecamamatan. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta hanya unggul di Kecamatan Sarang. Total perolehan suara Prabowo-Hatta sebanyak 126.454 suara atau 34,01 persen. Sedangkan pasangan Jokowi-JK meraih 245.393 suara atau 65,99 persen.

Dari hasil rekapitulasi tersebut diketahui tingkat partisipasi pemilih pada Pilpres 2014 di Kabupaten Rembang mencapai 77,98 persen. Angka itu mengalami kenaikan dibanding Pilpres 2009 yang hanya 75,44 persen. Namun, jika dibanding Pemilu Legislatif 9 April 2014, tingkat partisipasi masyarakat mengalami penurunan hampir tujuh persen. Saat Pileg, tingkat partisipasi mencapai 84 persen.

Ketua KPU Kabupaten Rembang, Minanus Su’ud, seusai rekapitulasi mengaku sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Rembang dan semua pihak yang telah bahu membahu mewujudkan pemilu Presiden di Kabupaten Rembang dengan sebaik-baiknya sehingga dapat berjalan lancar, tertib dan aman.

"Kami berterimakasih kepada seluruh masyarakat Rembang, para peyelenggara Pemilu di semua tingkatan, Panitia Pengawas Pemilu, tim kamapanye dari kedua pasangan serta aparat keamanan yang telah mencurahkan segalanya untuk suksesnya penyelenggaran Pemilu Presiden di Kabupaten Rembang," tegasnya.

Rekapitulasi dihaadiri saksi dari kedua pasangan calon, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Rembang, Panitia Pemilihan Kecamatan se-Kabupaten Rembang, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Rembang serta perwakilan dari KPU Provinsi Jawa Tengah. (Rc)

Soal Pabrik Semen di Rembang, Ganjar Akan Ngadu ke Menteri dan Presiden

Written By Unknown on Rabu, 09 Juli 2014 | 10.43

REMBANG, SK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan bicara kepada Menteri dan Presiden terkait pro dan kontra pembangunan pabrik semen di wilayah Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. Hal itu disampaikan Ganjar usai menggelar pertemuan dengan pihak yang pro dan kontra atas rencana pembangunan pabrik semen baru oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, di aula kantor Gubernur Jateng, Senin (7/7).

"Persoalan di Rembang ini jadi contoh kasus yang nanti dikaji. Saya akan bicara pada menteri dan presiden, untuk kebijakan soal ini secara nasional bagaimana," tegas Ganjar.

Ganjar meminta pihaknya “diadili” terkait pro dan kontra pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang. Ganjar juga meminta jika kajian soal Amdal dianggap salah, silakan ditunjukkan bagian mana yang salah dan pihaknya siap diuji bahkan diadili. "Saya minta diadili, tunjukkan dimana kesalahan kami. Tapi tidak ada kan?" tegas Ganjar, Senin (7/7).

Dalam pertemuan itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Surono, mengatakan, pihaknya merekomendasikan pelarangan penambangan di kawasan cekungan air tanah (CAT) Watuputih, yang menjadi lokasi pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Rembang, Jawa Tengah.

Rekomendasi itu sendiri telah disampaikan melalui surat nomor 3131/05/BGL/2014 kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertanggal 1 Juli 2014 lalu. Menurur Surono, hal itu untuk menjaga kelestarian akuifer CAT, sehingga kegiatan penambangan di batu gamping tersebut dilarang.

Surono menyatakan, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 26 Tahun 2011 tentang Penetapan Cekungan Air Tanah Indonesia, perbukitan tersebut ditetapkan sebagai bagian dari CAT Watuputih. Akuifer CAT Watuputih terbentuk pada batu gamping formasi paciran dengan aliran melalui celahan, rekahan, dan saluran. "CAT Watuputih sebagian besar wilayahnya merupakan daerah imbuhan air tanah," kata Surono.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan penambangan di cekungan air tanah Watuputih tetap dibolehkan. Dia membantah adanya larangan penambangan di daerah CAT tersebut. “Konteksnya pengendalian, bukan pelarangan,” kata Teguh.

Teguh memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak mungkin merusak alam di Rembang. Sebab, kawasan cekungan air tetap boleh ditambang selama ada pengendalian. “Yang tidak boleh adalah di kawasan kars,” katanya, dan Rembang sesuai dengan Kepmen ESDM 2641.K bukan kawasan kars.

Teguh menyatakan, argumentasi Badan Geologi yang mendasarkan pada Kepres 26/2011 masih belum sempurna. Hal ini karena Kepres hanya mengatur CAT dan tidak mengatur daerah yang menjadi kawasan lindung dan kawasan budidaya. Demikian pula dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2008 mengamanatkan pengendalian aquifer, bukan pelarangan sepertiyang disebutkan Surono, Kepala Badan Geologi ESDM.

 Ahli geologi dari ITB Budi Sulistyo yang hadir pada forum diskusi juga mempertanyakan soal pelarangan itu. ''Jika mengacu pada Keppres No 26 tahun 2011, sesuai persepsi atau pemahaman Pak Surono, maka semua izin penambangan di Indonesia harus dicabut dan kegiatan penambangan akan ditutup,'' tegasnya. Menurut dia, jika semua CAT tidak boleh ditambang maka tidak ada satupun kegiatan penambangan yang beroperasi di Indonesia.

Pakar yang juga ketua salah satu program studi di ITB tersebut selanjutnya menuturkan, jika demikian, program studi yang dipimpinnya tak akan berguna karena outputnya tak bisa bekerja di pertambangan. ''Lebih baik saya tutup prodi ini,'' kilahnya.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Djoko Sutrisno mengatakan, koordinat atau batas kawasan lindung dan imbuhan CAT Watuputih bisa dicek di Badan Geospasial. Dari penelusuran itu, tim penyusun amdal telah memastikan bahwa lokasi pabrik milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tidak berada di kawasan CAT lindung.

Pernyataan itu diamini Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fathoni. Menurutnya, pada awal pengajuan ijin, area pabrik semen memang menabrak kawasan CAT lindung. Namun Pemkab Rembang sudah mengoreksi dengan hanya memberi ijin pada kawasan CAT imbuhan.
Pihak Semen Indonesia selaku investor telah menjadi "korban" dari simpangsiurnya peraturan soal kawasan tersebut.

Oleh karena itu, areal yang sebelumnya menjadi target kegiatan produksi pabrik semen ini diciutkan, awalnya perusahaan membidik hampir 1.400 hektare lahan untuk kegiatan eksploitasi bahan baku pembuatan semen. Namun akhirnya diciutkan hingga menjadi tinggal 860 hektare.

Perusahaan BUMN itu jelas tidak mau mengambil risiko jika lokasi penambangan mengganggu lingkungan. Hamzah menegaskan, aturan dari Pemerintah bukan satu-satunya dasar dalam melangkah, tetapi didasari juga dari hasil kajian di lapangan oleh para ahli agar penambangan yang dilakukan oleh perusahaan selalu berwawasan lingkungan. 

Ganjar Janji Pertemukan Semua Pihak Terkait Pabrik Semen Gunem

Written By Unknown on Minggu, 29 Juni 2014 | 10.47

REMBANG,SK - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menemui puluhan warga penentang rencana pendirian pabrik semen yang masih bertahan di bawah tenda di dekat lokasi tapak pabrik semen milik PT Semen Indonesia yang berada di kawasan antara Desa Kadiwono Kecamatan Bulu dengan Desa Kajar Kecamatan Gunem, Jumat (27/6) sore.

Kepada warga yang masih kontra, Ganjar mengajak mereka untuk berdialog dengan pihak-pihak yang terkait, baik dari mereka yang pro, pihak Pemerintah, dan pihak PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Namun terlebih dahulu Ganjar meminta kepada mereka yang kontra untuk menunjuk wakil yang bisa dipercaya.

“Tentukan dulu siapa yang akan mewakili (warga). Wakil ini penting agar jelas siapa yang bertanggung jawab. Warga juga bisa menunjuk ahli yang paling bisa percaya. Intinya tentukan dulu wakil, agar kita bisa rembugan,” ujar Ganjar kepada warga.

Ganjar memberikan waktu satu minggu kepada warga untuk mempersiapkan segala sesuatunya. "Semua harus diperlakukan secara adil. Silakan susun agendanya. Kita yang akan menjadwalkan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, warga sempat ngotot untuk meminta penarikan alat berat dari lokasi tapak pabrik. Namun Ganjar menyatakan, soal alat berat nanti akan turut dibicarakan dalam dialog yang diikuti oleh orang-orang terpercaya dari semua pihak.

Rencana pendirian pabrik semen oleh PT Semen Indonesia hingga saat ini masih menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat khususnya warga yang berada di sekitar lokasi pabrik.

Sebelumnya, puluhan warga yang kontra terkait rencana pembangunan pabrik semen, yang didominasi kaum perempuan melakukan aksi protes di sekitar lokasi pabrik saat pihak PT Semen Indonesia menggelar doa bersama dan manakiban sebagai penanda dimulainya pembangunan pabrik pada senin (16/6 ) silam. Selanjutnya, mereka pun melanjutkan aksi penolakan dengan mendirikan tenda di sekitar lokasi pabrik.

Saat itu, doa bersama dan manakiban yang dilanjutkan dengan peletakan batu pertama dihadiri Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Ketua DPRD Rembang, Sunarto, serta ratusan warga yang berada di sekitar lokasi pabrik yakni Desa Kajar, Pasucen, Timbrangan, Tegaldowo dan Kadiwono. Doa bersama dipimpin oleh tokoh agama masyarakat setempat diantaranya Mbah Achmad Akhid (Timbrangan), Mbah Sarki (Pasucen), Mbah Syamsudin (Kajar), Mbah Purwoto (Kadiwono) dan Mbah Nasikun (Tegaldowo).



 
Siapa Kami | Pedoman Media Siber |
Copyright © 2014. SK Rembang - All Rights Reserved
SK Rembang