S P A C E I K L A N

Berita Terbaru

Wartawan Rembang Lolos Semi Final Futsal Bupati Tuban Cup 2014

Written By Unknown on Minggu, 16 November 2014 | 08.24

Tuban, SK - Tim Futsal Forum Wartawan Rembang (FWR) berhasil lolos semifinal pada Bupati Tuban Cup 2014. Tim berjuluk Loyo Nglokro yang berada di Grup A lolos ke semifinal setelah berhasil meraih dua kemenangan pada babak penyisihan yang berlangsung di Gajah Futsal Tuban, Sabtu (15/11).

Dua kemenangan tim wartawan Rembang dipetik saat melawan tim tuan rumah Tuban dengan skor 4-0 dan saat bertanding melawan tim futsal wartawan Lamongan dengan skor 3-2. Sedangkan saat berhadapan dengan Surabaya, FWR Rembang kalah dengan Skor 2-4.

Pada laga semifinal yang akan digelar Sabtu (22/11/2014) pekan depan, Rembang bakal menghadapi juara Grup B, tim wartawan Blora. Tim wartawan Blora lolos ke semifinal setelah berhasil menyapu bersih semua pertandingan yakni unggul dengan Jombang dengan skor 6-1, menang atas Bojonegoro 4-1, dan menekuk Gresik dengan skor 3-0 .

manajer Tim Loyo Nglokro, Ali Mahmudi, optimis, timnya akan mampu tampil optimal saat laga semi final. "Kuncinya kita main kompak. Dengan kebersamaan, juara merupakan sebuah keniscaayaan mengingat tim kami memiliki pengalaman pernah juara dalam Press Futsal Tournamen di Kudus tahun lalu," terangnya. (Rom)

Warga Tanjung Temukan Tapak Raksasa

Written By Unknown on Kamis, 13 November 2014 | 17.00

SULANG, SK - Warga Desa Tanjung Kecamatan Sulang, Rabu (12/11) petang, digegerkan dengan penemuan bekas telapak kaki raksasa di pinggir sungai desa setempat. Penemuan tersebut terang saja membuat warga berbondong-bondong ke lokasi penemuan.

Kepala Desa Tanjung Ahmad Erfin Rianto, mengatakan awalnya dirinya tak percaya adanya laporan penemuan bekas telapak kaki raksasa dari warganya. Namun, karena warganya semakin heboh membicarakan penemuan itu, dirinya langsung ke lokasi penemuan.

“Setelah saya ke lokasi ternyata memang ada semacam bekas telapak kaki raksasa. Saya pun langsung konsultasi dengan  salah satu tokoh spiritual. Setelah diterawang, ternyata itu memang bukan telapak kaki manusia melainkan telapak kaki mahluk halus,“ ungkapnya.

Kapolsek Sulang AKP Muhamad Mansur yang mendapatkan informasi itu langsung mengecek ke lokasi. Pihaknya mengaku langsung melakukan pengukuran telapak kaki tersebut.

Dia menyebutkan panjang bekas telapak mencapai 45 centimeter dan lebar 26 centimeter. Ia menyimpulkan telapak kaki tersebut bukan telapak kaki manusia jika dilihat dari ukurannya.

“Kami mengimbau kepada warga agar tidak resah atas penemuan ini,” kata AKP Muhammad Mansur.

Hingga berita ini diturunkan, masih cukup banyak warga yang penasaran. Bahkan, sejumlah warga dari luar desa juga berduyun-duyun guna memastikan kabar yang berhembus kencang tersebut. (Rom)

Alfamart Salurkan Bantuan Air Bersih

Written By Unknown on Rabu, 12 November 2014 | 07.21

Warga Sulang Terima Bantuan Air Bersih
SULANG - Sebagian warga di Desa Sulang masih kesulitan mendapatkan air bersih, meski hujan telah turun dalam tiga hari terakhir. Untuk membantu meringankan warga, pemerintah desa setempat terus mengupayakan bantuan droping air bersih ke sejumlah titik rawan.

Kepala Desa Sulang, Moch Burhanuddin, mengatakan, selain meminta bantuan kepada Pemkab Rembang pihaknya juga meminta bantuan kepada pihak swasta untuk turut serta menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

"Di beberapa titik, warga masih kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan dari Pemkab Rembang masih belum memadai dibanding kebutuhan warga. Alhamdulillah, Alfamart yang juga beroperasi di wilayah Sulang turut peduli dengan memberikan bantuan air bersih. Tentu ini sangat membantu warga," terangnya saat mendampingi pendistribusian air bersih, Selasa (11/11/2014) pagi.

PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, yang merupakan perusahaan retail minimarket berlisensi merek dagang Alfamart menyalurkan bantuan 20 tangki air bersih ke beberapa wilayah di Desa Sulang.

Bantuan air bersih secara simbolis diserahkan manajemen  Alfamart yang diwakili Kepala Branch Manager Alfamart Cabang Rembang Putut Dessy Susilo kepada Kepala Desa Sulang, Moch Burhanuddin. Selanjutnya, bantuan didistribusikan secara bertahap ke sejumlah wilayah diantaranya, Dukuh Sulang Utara, Gaplokan, Tegalsari, Tegalgede, Sulang Barat dan Sulang Tengah.

Putut mengatakan, kekeringan yang menimpa warga di beberapa titik di Desa Sulang, menjadi perhatian Alfamart untuk ikut andil membantu mereka dengan menyalurkan air bersih.

"Bantuan air bersih ini sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Sumber dananya berasal dari program CSR perusahaan. Semoga bantuan inibisa membantu meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih" tegasnya," tegas Putut.


Viar Pengangkut Pelajar Disenggol, Satu Tewas

Written By Unknown on Senin, 10 November 2014 | 20.05

Ilustrasi
SARANG,SK - Seorang tewas, dan 10 orang terluka akibat kecelakaan yang melibatkan  motor niaga (sepeda motor roda tiga) jenis Viar dengan dump truk di jalan antar kecamatan yang menghubungkan Desa Lodan Wetan dengan Desa Bonjor Kecamatan Sarang, Senin (10/11) pagi sekitar pukul 06.45 WIB.

Korban tewas bernama Istiqomah (13), Warga Desa Bonjor RT 3 RW 1 Kecamatan Sarang yang juga pelajar MTs Miftahul Huda Sarang. Tiga korban lainnya mengalami luka serius yakni: Siti Aminah (15), Lutfiatul Amalia (14) dan Siti Ulfatul Nikmah (13). Semuanya siswi MTs Mifathul Huda juga asal Desa Bonjor Kecamatan Sarang. Sedangkan enam penumpang lainnya termasuk pengemudi Viar, hanya mengalami luka ringan.


Berdasar informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Viar yang mengangkut siswa MTs Miftahul Huda saat berangkat sekolah, yang dikemudikan Muhdin, melaju dari arah timur (Sarang) menuju barat (Sedan) usai menjemput siswi dari Desa Bonjor.

Dari arah yang sama melaju sebuah dump truk dengan Nomor Polisi S 9645 UF yang dikemudikan Budi (42), Warga Dusun Bogor RT 2 RW 13 Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.

Ketika sampai di lokasi kejadian, truk berusaha mendahului Viar yang melaju didepannya. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul sepeda motor yang tidak diketahui plat nomornya.

Sopit truk dum diduga kaget dan langsung menghindar ke kiri agar tidak terjadi tabrakan. Namun nahas, saat menghindar dump truk tersebut malah "menyenggol" bagian belakang Viar yang mengangkut sebelas siswi asal MTs Miftahul Huda.

"Setelah dihantam dari belakang, roda tiga langsung terbalik bersama sebelas penumpangnya," ujar Suyono, salah seorang Warga sekitar lokasi, Senin (10/11/2014).


Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengaku telah menggelar olah tempat kejadian perkara dan memeriksa keterangan sejumlah saksi.

"Kita sudah lakukan olah TKP dan saat ini masih meminta keterangan dari sejumlah saksi," terangnya. (Rom)

Penjual Es Cincau Meninggal Saat Berjualan

Written By Unknown on Minggu, 09 November 2014 | 06.00

Ilustrasi
SUMBER, SK - Penjual es cincau di Pasar Krikilan, Kecamatan sumber mati mendadak saat berjualan pada pada Sabtu (8/11) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Dia adalah Entis Sutisna (35), warga Dusun Sorok RT 5 RW 6 Desa Darmacaang Kecamatan Cikoning Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang sehari-hari berjualan es cincau di Pasar Krikilan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada tanda-tanda aneh sebelum kejadian. Entis yang setiap pagi berjualan di Pasar Krikilan, tampak melakukan aktifitas seperti biasanya.

Namun, entah kenapa, belum lama ia membuka dagangannya tiba-tiba ia terjatuh dari tempat duduk dekat gerobak es cincaunya. Ia meninggal dunia di tempat kejadian.

Warga yang melihat kejadian itu semula berniat menolong namun karena takut wargapun langsung melaporkan kepada kepala Desa dan Polsek  Sumber.


Kapolsek Sumber AKP Bibit Agung Santoso mengatakan, berdasarkan hasil oleh TKP dan pemeriksaan dokter, penyebab dari meninggalnya korban diduga karena serangan jantung.

"Di tubuh almarhum tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Menurut keterangan dari keluarganya, almarhum memiliki riwayat penyakit sesak nafas," terangnya. (Rom)

Hujan Angin, Kandang Ayam Kocar-Kacir

Written By Unknown on Sabtu, 08 November 2014 | 19.30

KALIORI, SK - Hujan disertai angin kencang yang terjadi di Kecamatan Kaliori pada Jumat (7/11) malam, merobohkan satu bangunan kandang berisi sekitar lima ribu ekor ayam di Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori. Akibatnya, sekitar seribu ekor ayam mati tertimpa material kandang.

Pemilik kandang, Zaenudin, menuturkan, hujan turun dengan disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. "Tak lama berselang tiba-tiba terdengar suara keras. Setelah saya cari tahu, rupanya kandang ayam ambruk," terangnya.

Ia menceritakan, kandang ayamnya yang seluas 10×50 meter dengan bahan utama kayu dan bambu memang sudah terbilang lapuk lantaran sudah hampir 13 tahun.

"Mungkin usianya yang sudah tua, begitu ada angin kencang langsung ambruk. Untuk bangunan dan peralatan ternaknya saja, kerugian mencapai dua ratus juta rupiah. Itu belum termasuk ayam yang mati," tambahnya.

Zaenudin mengaku, kandangnya yang roboh menampung lima ribu ekor ayam." Alhamdulillah, hanya seribu ekor yang mati. Kerugian dari ayam dan pakan yang kocar-kacir, mencapai seratus juta rupiah,” tambahnya. (Rom)

Drama Penyanderaan Kapal Berakhir Dengan Uang Tebusan Rp750 Juta

REMBANG, SK - Drama penyanderaan 15 kapal nelayan Rembang beserta 370 ABK oleh kelompok nelayan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berakhir dengan uang tebusan sebesar Rp750 juta pada Jumat (7/11/2014) siang.

Tim negosiator dari Rembang yang berjumlah 25 orang terdiri dari pemilik kapal, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), syahbandar, staf Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung, perwakilan Polair, dan Posal Rembang terpaksa "tunduk" dengan tuntutan kelompok nelayan Masalembu lantaran nogosiasi berjalan alot bahkan nyaris buntu.

“Awalnya minta Rp150 juta per kapal. Setelah negosiasi lantas disepakati menjadi Rp50 juta per kapal," terang salah seorang ABK KM Rizal Sejati, yang namanya enggan disebutkan.

Negosiasi dilakukan pada Kamis (6/11/2014) petang di rumah salah sseorang tokoh nelayan setempat. Proses negosiasi cukup alot sehingga tim negosiator nelayan Rembang terpaksa mengamini tuntutan mereka. Hal itu dilakukan semata-mata agar 15 kapal yang disandera berikut 370 ABK segera dibebaskan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saat itu juga dilakukan pembayaran secara tunai, namun belum sepenuhnya. Kekurangannya, baru dibayarkan pada keesokan harinya. Baru setelah lunas semua pembayaran, mereka melepas semua kapal yang disandera," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, 15 kapal motor mini purseseine milik nelayan asal Kabupaten Rembang disandera kelompok nelayan Masalembu di wilayah Perairan Masalembu Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur sejak Sabtu (1/11/2014) dini hari.

Pemicunya, kelompok nelayan Masalembu menganggap nelayan Rembang telah melanggar zona larangan tangkapan di kawasan perairan nelayan tradisional setempat yang mengakibatkan rusaknya rumpon yang telah dibuat. (Rom)
 
Siapa Kami | Pedoman Media Siber |
Copyright © 2014. SK Rembang - All Rights Reserved
SK Rembang